Pencarian

Tesla-SpaceX Merger: Pola Self-Dealing Keempat Elon Musk yang Mengguncang Pasar

Rabu, 27 Mei 2026 • 17:29:01 WIB
Tesla-SpaceX Merger: Pola Self-Dealing Keempat Elon Musk yang Mengguncang Pasar
Elon Musk mempertimbangkan merger Tesla dan SpaceX dengan valuasi gabungan potensi lebih dari USD 3 triliun.

GORONTALO — Laporan CNBC menyebut Musk telah berdiskusi dengan kolega internal soal kemungkinan merger Tesla dan SpaceX. Wacana ini mencuat hanya beberapa pekan sebelum SpaceX dijadwalkan melantai di Nasdaq pada 12 Juni mendatang. Target valuasi mencapai USD 1,75 triliun dengan dana terkumpul sekitar USD 75 miliar — menjadikannya IPO terbesar dalam sejarah.

Nilai Gabungan Bisa Tembus USD 3 Triliun

Kapitalisasi pasar Tesla saat ini berada di kisaran USD 1,6 triliun. Artinya, entitas gabungan berpotensi bernilai lebih dari USD 3 triliun. Analis Wedbush, Dan Ives, memperkirakan probabilitas merger mencapai 80 hingga 90 persen pada awal 2027. Namun pasar prediksi Kalshi hanya memberi odds 33 persen untuk merger sebelum Mei 2027.

Ketimpangan Voting Jadi Pangkal Masalah

Masalah utama terletak pada struktur kepemilikan saham. Musk memegang sekitar 20 persen ekuitas Tesla, tetapi menguasai 85,1 persen hak suara SpaceX melalui kelas saham super-voting. Saat negosiasi merger berlangsung, Musk bernegosiasi dengan dirinya sendiri — dan kepentingannya tidak terdistribusi secara merata di antara kedua perusahaan.

Tiga Transaksi Sebelumnya Jadi Cetak Biru

Ini bukan kali pertama Musk memainkan skema serupa. Setidaknya sudah ada tiga transaksi miliaran dolar yang ia kendalikan langsung:

  • SolarCity (2016) — USD 2,6 miliar: Tesla mengakuisisi perusahaan panel surya yang merugi, tempat Musk menjabat ketua dan pemegang saham terbesar. Gugatan pemegang saham menyebutnya sebagai penyelamatan perusahaan yang kehabisan uang. Pengadilan Delaware menyatakan transaksi itu "wajar", namun direktur Tesla lainnya menyelesaikan kasus dengan membayar USD 60 juta tanpa mengakui kesalahan.
  • Twitter/X (2022-2025) — USD 44 miliar: Musk membeli Twitter dengan harga yang kemudian ia sesali. Nilai platform anjlok 65 persen menurut penilaian Fidelity setahun kemudian. Pada Maret 2025, xAI mengakuisisi X seharga USD 33 miliar (termasuk utang USD 12 miliar) — secara ajaib memulihkan valuasi platform dari USD 9 miliar menjadi USD 33 miliar.
  • xAI (2025-2026) — USD 2 miliar dari Tesla, lalu diserap SpaceX: Tesla menginvestasikan USD 2 miliar ke xAI pada Januari 2026, meskipun pemegang saham sebelumnya menolak proposal serupa. Pekan kemudian, SpaceX mengakuisisi xAI dengan valuasi sekitar USD 250 miliar. Setelah transaksi selesai, Musk mengakui xAI "tidak dibangun dengan benar" dan perlu dibangun ulang.

SpaceX Kini Membawa Beban Twitter dan xAI

Jika merger Tesla-SpaceX terjadi, pemegang saham Tesla akan menggabungkan perusahaan senilai USD 1,6 triliun dengan entitas yang sudah memuat kerugian Twitter, perusahaan AI yang diakui sendiri oleh Musk sebagai gagal dibangun, serta bisnis roket dengan valuasi gila-gilaan yang bertumpu pada mimpi Mars yang terus tertunda.

Pola self-dealing ini belum pernah terjadi di korporasi Amerika dalam skala sebesar ini. Musk telah membangun buku panduan yang tidak lazim: memaksa perusahaan yang ia kendalikan untuk saling membeli satu sama lain, dengan dirinya sebagai satu-satunya pihak yang diuntungkan di semua sisi meja negosiasi.

Bagikan
Sumber: electrek.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks