GORONTALO — Pembentukan karakter anak tidak berawal saat mereka duduk di bangku sekolah dasar. Fase pendidikan usia dini justru menjadi titik tanam nilai moral, kepribadian, dan sikap yang akan terbawa sepanjang kehidupan anak. Dari situlah Mahmud Y. Bobihu menilai posisi guru RA bukan sekadar pengajar kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung.
Kegiatan lomba mewarnai menjadi rangkaian pembuka Milad ke-24 IGRA Provinsi Gorontalo. Tema yang diangkat tahun ini: "24 Tahun IGRA Mengabdi: Menguatkan Kader, Menyatukan Gerak, Melahirkan Karya dan Prestasi Menuju IGRA Bermartabat dan Bermanfaat".
Menurut Mahmud, kualitas pendidikan seseorang hingga jenjang tertinggi tidak lepas dari fondasi pembelajaran yang ditanamkan sejak usia dini. Guru RA memikul tanggung jawab besar membentuk sikap dan kepribadian anak, bukan hanya mengenalkan huruf dan angka.
"Apa yang ditanamkan oleh guru-guru RA hari ini akan memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan anak-anak kita pada masa mendatang," kata Mahmud saat membuka kegiatan.
Mendidik anak usia dini bukan pekerjaan sederhana. Setiap anak punya karakter, perilaku, dan kebutuhan berbeda. Ada yang mudah menangis dan butuh perhatian lebih, ada yang aktif bergerak, ada pula yang keinginannya berbeda dari teman sebaya.
Kondisi itu menuntut kesabaran, kemampuan komunikasi, dan kecakapan guru mengelola emosi. Mahmud mengingatkan pola komunikasi orang dewasa tidak bisa diterapkan begitu saja kepada anak-anak.
"Kita tidak bisa membawa gaya dan pendekatan orang dewasa untuk menghadapi anak-anak. Justru kita harus mampu menyesuaikan diri dengan karakter dan dunia mereka," ujarnya.
Mahmud meminta para guru RA tidak kehilangan semangat pengabdian dan keikhlasan dalam menjalankan tugas. Keberhasilan pendidikan usia dini, katanya, tidak selalu terlihat langsung, tetapi tercermin dari perkembangan karakter anak di masa depan.
"Jangan pernah lelah mengabdi dan jangan pernah kehilangan keikhlasan dalam mendidik anak-anak bangsa. Apa yang Ibu-Ibu lakukan hari ini mungkin belum sepenuhnya terlihat hasilnya, tetapi akan menjadi bekal berharga bagi masa depan mereka," pesannya.
Peringatan Milad ke-24 IGRA diharapkan tidak berhenti sebagai ajang kreativitas dan kebersamaan peserta didik. Panitia dan pengurus IGRA mendorong momentum ini memperkuat soliditas organisasi sekaligus meningkatkan kualitas guru RA di Gorontalo.
Peran guru RA dengan begitu melampaui aktivitas mengajar di ruang kelas. Mereka menjadi bagian dari penyiapan generasi berkarakter, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan masa depan.