Laba Bersih CBDK Naik 39% Jadi Rp 1,82 Triliun, Kavling PIK2 Jadi Penopang

Penulis: Eri Subagio  •  Minggu, 01 November 2026 | 12:53:01 WIB
Kawasan komersial PIK2 di Tangerang menjadi penopang utama kinerja pendapatan CBDK pada Januari–September 2026.

GORONTALO — Laba bersih PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) melonjak 39% menjadi Rp 1,82 triliun pada sembilan bulan pertama 2026, ditopang serah terima kavling tanah komersial di kawasan CBD PIK2 yang naik 67% secara tahunan. Pendapatan perseroan tercatat Rp 2,56 triliun atau tumbuh 11% dibanding periode sama tahun lalu. Kinerja ini memberi sinyal bahwa permintaan produk komersial di kawasan pesisir Tangerang masih berjalan meski industri properti belum sepenuhnya pulih.

Segmen kavling tanah komersial menyumbang sekitar 80% dari total pendapatan CBDK pada Januari–September 2026. Peningkatan serah terima unit menjadi mesin utama pertumbuhan, jauh melampaui kenaikan pendapatan keseluruhan yang hanya 11%.

Serah terima produk komersial tersebar di beberapa area PIK2, mulai dari SOHO Manhattan, Bizpark PIK2, Rukan Milenial, Rukan Asia Afrika, hingga Rukan Little Siam di Tangerang. Kombinasi produk tersebut membuat pendapatan perseroan tidak bergantung pada satu klaster saja.

Laba Tumbuh Lebih Cepat dari Pendapatan

Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 39% menjadi Rp 1,82 triliun. Angka itu tumbuh hampir empat kali lipat laju pertumbuhan pendapatan, menandakan perbaikan margin pada periode laporan.

Dari sisi neraca, total aset CBDK mencapai Rp 22,4 triliun per 30 September 2026. Ekuitas perseroan meningkat 12% menjadi Rp 13,7 triliun dibandingkan akhir tahun lalu, sementara posisi kas bersih tercatat Rp 3,4 triliun.

Land Bank 691 Hektare dan Ekosistem PIK2

Direktur CBDK, Steven Kusumo, menyebut perseroan masih memegang land bank strategis seluas 691 hektare di kawasan CBD PIK2. Lahan itu menjadi ruang pengembangan proyek bernilai tambah dalam jangka panjang.

"Pencapaian CBDK sampai dengan September 2026 mencerminkan kemampuan Perseroan dalam menjaga pertumbuhan kinerja di tengah dinamika industri yang masih belum sepenuhnya pulih," ujar Steven dalam keterangannya, Minggu (1/11/2026).

Ekosistem kawasan juga ditopang operasional Nusantara International Convention Exhibition (NICE) serta pembangunan Hotel Hilton PIK2. Hotel bintang lima setinggi 20 lantai dengan 271 kamar itu ditargetkan mulai beroperasi pada semester kedua 2027.

NICE telah menyelenggarakan 51 event hingga saat ini. Penambahan kapasitas MICE dinilai dapat mendorong lalu lintas pengunjung di kawasan, seiring peningkatan konektivitas lewat Tol Kataraja.

Apa Artinya bagi Investor

Pertumbuhan laba yang lebih cepat dari pendapatan menunjukkan CBDK berhasil menekan beban relatif terhadap penjualan. Posisi kas bersih Rp 3,4 triliun memberi ruang bagi perseroan untuk membiayai pengembangan kawasan tanpa bergantung penuh pada utang baru.

Bagi pemegang saham, kunci berikutnya adalah konsistensi serah terima kavling komersial pada kuartal IV 2026. Periode tersebut biasanya menjadi puncak pengakuan pendapatan pengembang properti.

Sentimen lain datang dari kesiapan Hotel Hilton PIK2 pada 2027. Jika berjalan sesuai target, pendapatan berulang dari sektor hospitality dan MICE berpotensi melengkapi penjualan kavling yang saat ini mendominasi kinerja CBDK.

Reporter: Eri Subagio
Sumber: finance.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top