Runware Bangun Pabrik Data Center AI Modular, Produksi 30 MW per Hari

Penulis: Haris Maulana  •  Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:20:32 WIB
Runware merancang pabrik data center AI modular di Rumania dengan target kapasitas 30 megawatt per hari pada 2028.

GORONTALO — Runware merancang pabrik di Rumania yang merakit data center AI modular ala lini produksi mobil, menargetkan kapasitas 30 megawatt per hari pada 2028. Perusahaan menyebut dua fasilitasnya sudah berjalan dan siap mengeksekusi pesanan Sonic Inference Pod yang diminati pelanggan sejak ditawarkan sebulan lalu. Langkah ini menguji apakah infrastruktur AI bisa diproduksi massal secepat kendaraan.

Flaviu Radulescu, co-founder dan CEO Runware, mengatakan perusahaan memperluas fasilitas produksi di Rumania untuk merakit pod data center secara lini. Satu pod sebelumnya butuh tiga pekan pengerjaan, namun dengan ramp-up produksi waktu itu akan turun menjadi satu hari.

Runware sudah mengoperasikan dua pabrik. Satu fasilitas dipakai beberapa tahun terakhir untuk merakit pod, sementara pabrik kedua mulai dibangun awal tahun ini dan diperkirakan selesai dalam beberapa bulan serta beroperasi awal tahun depan.

Kapasitas Produksi yang Dikejar Runware

Target perusahaan cukup ambisius: 30 megawatt kapasitas data center per hari pada 2028, setara hampir 1 gigawatt per bulan. Dengan laju itu, Runware memproduksi kapasitas tahunan mendekati total tambahan daya data center yang diperkirakan dibuat di Amerika Serikat sepanjang tahun ini, sekitar 10 gigawatt.

Radulescu menyebut produksi akan dinaikkan bertahap mulai tahun depan. Pihaknya mengklaim sudah menerima komitmen minat senilai USD 1 miliar untuk pod Sonic sejak menawarkannya ke pelanggan luar sebulan lalu, "merepresentasikan lebih dari 20 megawatt yang kini kami upayakan untuk dikirim."

Skema Pemesanan dan Biaya

Pelanggan bisa menyediakan lokasi sendiri untuk perakitan pod atau meminta Runware mencarikan site. Runware menargetkan pod bisa online dalam 48 jam, mencakup waktu instalasi dan penyiapan, bukan waktu produksi.

Ada beberapa opsi pembayaran. Pelanggan dapat menyewa komputasi dari Runware atau memasok GPU sendiri lalu membayar biaya bulanan untuk pod dan operasionalnya. Biaya listrik dan internet dihitung terpisah.

Pod memakai desain standar tetapi bisa dikonfigurasi sesuai kebutuhan pelanggan dan chip GPU terbaru. Radulescu menilai lamanya waktu pengiriman chip justru menguntungkan Runware karena memberi ruang menyesuaikan infrastruktur dengan hardware yang dipesan.

Modal dan Bayang-bayang Kegagalan Arrival

Runware telah mengumpulkan dana lebih dari USD 60 juta hingga kini dan berencana membuka ronde Series B. Untuk sementara, penyelesaian dan peluncuran pabrik dibiayai dari pendanaan Series A senilai USD 50 juta yang diraih Desember lalu.

Eksekusi menjadi ujian sesungguhnya. Pabrik butuh tenaga kerja, inventaris, logistik rantai pasok, dan modal besar. Kisah peringatan datang dari startup kendaraan listrik Arrival, yang pernah bernilai lebih dari USD 13 miliar tetapi kesulitan memproduksi massal secara efisien dibanding pabrik konvensional.

Radulescu menegaskan struktur biaya Runware berbeda. "Kami memang punya biaya tenaga kerja dan material," ujarnya. "Tetapi staf pabrik kami hemat biaya relatif terhadap nilai penerapan komputasi untuk AI." Perusahaan juga mendatangkan plant manager berpengalaman dari industri otomotif untuk mendampingi chief of hardware.

Ketergantungan Komponen dan Pasokan Listrik

Runware merancang dan membangun sistem pendingin serta komponen pod sendiri dengan parts standar. Meski begitu, sebagian komponen seperti pompa dan kipas masih didatangkan dari Jerman, dan perusahaan tetap bergantung pada Nvidia untuk networking.

Soal energi, pod hanya membutuhkan listrik dan koneksi internet. Sistem pendingin cairan closed-loop dengan radiator berpendingin udara membuang panas tanpa perlu sambungan air. Runware menyebut tengah menjalin kerja sama dengan penyedia listrik untuk pipeline site mencakup 397 megawatt, dengan potensi ekspansi hingga 1,2 gigawatt.

Rencana Runware mencerminkan dorongan industri untuk men-deploy data center AI lebih cepat dan efisien. Nvidia sebelumnya mengumumkan Vera Rubin AI factories dan DSX POD dengan tujuan serupa. Bedanya, Runware mengklaim sudah benar-benar membangun pabrik, bukan sekadar merancang infrastruktur agar pihak lain bisa membangunnya.

Reporter: Haris Maulana
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top