Pemkab Bone Bolango Bantah Keterlambatan Honor Nakes dan Sopir Ambulans Dikaitkan Aktivitas Istri Bupati

Penulis: Ivan Setiawan  •  Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:16:31 WIB
Pemkab Bone Bolango membantah keterlambatan honor nakes dan sopir ambulans dikaitkan dengan aktivitas istri bupati.

SUWAWA — Keterlambatan pembayaran honor tenaga kesehatan dan sopir ambulans di Bone Bolango menjadi sorotan setelah beredar narasi yang menghubungkannya dengan unggahan Instagram Story Yayu Avia di Jakarta. Pemkab Bone Bolango menolak pengaitan tersebut dan meminta pembahasan dikembalikan ke persoalan administrasi.

Budiman Wantogia menyebut dua persoalan itu tidak seharusnya dicampuradukkan tanpa bukti hubungan langsung. Ia mempertanyakan dasar yang dipakai untuk mengaitkan aktivitas pribadi istri Bupati Ismet Mile dengan pembayaran honor para pekerja.

Fokus pada Penyebab Keterlambatan, Bukan Aktivitas Pribadi

Menurut Budi, sapaan akrabnya, pembahasan mengenai hak tenaga kesehatan dan sopir ambulans perlu diarahkan pada penyebab keterlambatan. Mekanisme penganggaran dan proses administrasi yang menjadi tanggung jawab instansi terkait juga mesti dibuka ke publik.

Ia menilai pengaitan tanpa bukti berisiko membentuk kesimpulan di ruang publik sebelum persoalan utama benar-benar diperiksa. "Jika tidak ada bukti yang menghubungkan keduanya, narasi semacam itu berisiko membentuk kesimpulan di ruang publik sebelum persoalan utama benar-benar diperiksa," ujarnya.

Perhatian Warga Diminta Tidak Teralih dari Solusi

Budiman mengingatkan agar perhatian masyarakat tidak teralihkan dari upaya mencari penyebab dan solusi atas keterlambatan pembayaran. Persoalan honor menyangkut hak pekerja yang menunggu kepastian, bukan bahan perdebatan yang melebar ke ranah pribadi.

Ia menegaskan Pemkab Bone Bolango tidak menutup diri terhadap kritik. Kritik tetap diterima sepanjang berbasis fakta dan diarahkan pada perbaikan tata kelola pembayaran honor di lingkungan pemerintah daerah.

Narasi akun Buheli Gorontalo yang lebih dulu menyoroti persoalan ini menjadi pemicu perdebatan di ruang publik. Pemkab memilih merespons lewat klarifikasi administratif ketimbang membalas narasi personal.

Reporter: Ivan Setiawan
Sumber: gorontalopost.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top