GORONTALO — Prediksi ini bukan sekadar wacana manajemen untuk menaikkan harga saham. Ini pernyataan resmi dari salah satu produsen memori terbesar dunia, yang disampaikan saat seremoni peletakan batu pertama fasilitas packaging baru mereka di Indiana, Amerika Serikat. Bagi konsumen Indonesia yang terbiasa melihat harga RAM dan SSD turun drastis beberapa tahun setelah peluncuran, skenario kali ini berbeda sejak awal.
Inti masalahnya bukan cuma soal permintaan yang naik, tapi bagaimana struktur permintaan itu berubah. Kwak menjelaskan bahwa industri memori kini tidak lagi bergantung pada produk komoditas dengan spesifikasi seragam seperti beberapa tahun lalu.
Permintaan dari pusat data dan infrastruktur AI untuk produk seperti HBM (High Bandwidth Memory) dan DRAM dengan konfigurasi khusus kini mendominasi kapasitas produksi pabrikan. Sifat permintaan dari AI ini lebih terencana dan kontraktual dibanding pasar consumer yang fluktuatif.
Artinya, produsen tidak lagi panik menurunkan harga ketika permintaan consumer melemah, karena kapasitas produksi mereka sudah terikat kontrak jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan AI. Efeknya, pasokan untuk segmen consumer jadi lebih sedikit, dan harga tidak punya ruang untuk turun signifikan.
Banyak yang mengira fasilitas baru SK hynix di Indiana akan membantu melonggarkan pasokan global. Anggapan itu keliru. Fasilitas tersebut bukan pabrik wafer, melainkan lini packaging dan pengujian untuk HBM4E.
Wafer tetap diproduksi di Korea Selatan dan dikirim ke Amerika Serikat untuk proses akhir. Operasional cleanroom di Indiana baru dimulai pada paruh kedua 2028, dengan produksi massal dijadwalkan pada kuartal ketiga 2029.
Singkatnya, dalam dua tahun ke depan, tidak ada penambahan signifikan kapasitas produksi global dari investasi ini. Ketatnya pasokan wafer di Korea adalah kunci utama, dan itu belum teratasi.
Ini pertanyaan yang paling penting. Menurut Kwak, ketika pasar mulai melonggar, proses penurunannya akan bertahap, bukan anjlok seperti siklus memori sebelumnya. Prediksi berlanjut hingga setidaknya 2030, dan belum ada kepastian kapan akan normal kembali.
Untuk konteks: sebelumnya SK hynix memperkirakan DRAM komoditas tetap ketat hingga 2028. Proyeksi terbaru ini memperpanjang masa tekanan setidaknya dua tahun lagi. Pola "booming-bust" yang biasanya membuat harga murah setiap 2-3 tahun sepertinya tidak akan terjadi dalam waktu dekat.
Dampaknya tidak berhenti di harga RAM dan SSD saja. Komponen memori dipakai di hampir semua perangkat: PC, laptop, konsol game, hingga smartphone. Ada beberapa hal yang perlu kamu antisipasi kalau berencana belanja dalam 1-2 tahun ke depan:
Proyeksi SK hynix masuk akal secara industri. Permintaan AI yang eksplosif memang mengubah cara produsen memori beroperasi, dan mereka pasti akan mendahulukan kontrak dengan margin lebih tinggi dari pusat data dibanding pasar consumer.
Bagi kamu yang berencana merakit PC atau upgrade laptop dalam 2 tahun ke depan, ambil sekarang kalau anggaran mencukupi. Harga tidak akan turun ke level sebelum pandemi dalam waktu dekat, dan menunggu cuma berisiko membayar lebih mahal. Satu-satunya skenario yang bisa mengubah proyeksi ini adalah resesi global yang memangkas belanja infrastruktur AI—tapi itu di luar kendali siapa pun.