GORONTALO — Seorang anak buah kapal dinyatakan hilang setelah kapal yang membawa 11 turis mancanegara, satu warga lokal, dan dua ABK lainnya putus kontak saat melintasi Teluk Tomini, Jumat lalu. Kapal tersebut berangkat dari Una-Una menuju Marisa, namun dilaporkan hilang kontak sebelum sempat bersandar di tujuan. Hingga kini, 13 orang telah ditemukan dalam keadaan selamat, sementara satu ABK masih dalam pencarian.
Gubernur Gorontalo Gusnar meminta Basarnas untuk memprioritaskan pencarian ABK yang hilang tersebut. “Saya minta agar Basarnas mencari satu ABK yang hilang. Kita berharap yang bersangkutan bisa ditemukan dalam keadaan selamat,” kata Gusnar dalam pernyataan yang diterima, Senin.
Kapal yang diketahui memuat 11 wisatawan asing, satu warga lokal, dan dua ABK itu terakhir kali diketahui berlayar dari Una-Una menuju Marisa. Setelah putus kontak, tim SAR bersama instansi terkait langsung melakukan operasi pencarian. Sebanyak 13 orang berhasil ditemukan, namun satu ABK masih belum diketahui keberadaannya.
Belum ada informasi detail mengenai identitas kapal dan penyebab hilangnya kontak. Basarnas masih melakukan penyisiran di perairan Teluk Tomini yang dikenal memiliki arus cukup deras.
Untuk memaksimalkan pencarian, Gusnar berharap seluruh instansi terlibat aktif, termasuk Dinas Kelautan dan Perikanan, Lanal, serta Polairud. Ia juga meminta koordinasi lintas daerah dengan Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah.
“Termasuk koordinasi lintas daerah baik itu Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah. Semoga pencarian oleh tim segera membuahkan hasil menggembirakan,” pungkasnya.
Pencarian masih berlangsung hingga Senin sore. Tim SAR terus menyisir perairan sekitar lokasi terakhir kapal diketahui. Masyarakat pesisir diharapkan melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban.