Poltekkes Gorontalo Edukasi Pangan Lokal untuk Penderita Diabetes di Desa Tilote, Ganti Nasi dengan Sagu dan Ubi Jalar

Penulis: Feri Andika  •  Selasa, 21 Juli 2026 | 08:55:01 WIB
Warga Desa Tilote, Gorontalo, mengikuti edukasi penggantian nasi putih dengan sagu dan ubi jalar untuk pengendalian diabetes dari Poltekkes Kemenkes Gorontalo.

GORONTALO — Masyarakat di Desa Tilote, Kecamatan Tilango, kini mendapat pendampingan langsung dari tenaga gizi untuk mengelola diabetes melalui makanan sehari-hari. Poltekkes Kemenkes Gorontalo memilih pendekatan ini karena angka diabetes di daerah masih tinggi, sementara akses ke edukasi gizi terbatas.

Mengganti Nasi Putih dengan Karbohidrat Lokal

Ketua Tim Pengabdian, Sofyawati Talibo, SKM, M.Kes, menjelaskan bahwa edukasi difokuskan pada substitusi sumber karbohidrat. Indonesia memiliki sagu, jagung, ubi jalar, singkong, dan talas yang lebih ramah terhadap kadar gula darah.

“Jika diolah dengan benar, bahan pangan tersebut dapat membantu menjaga kestabilan kadar gula darah,” ujar Sofyawati dalam kegiatan yang dibuka oleh Kepala Desa Tilote dan Kepala Puskesmas Tilango.

Demonstrasi Masak dan Prinsip Gizi Seimbang

Peserta tidak hanya mendengar teori. Mereka mengikuti demonstrasi pembuatan makanan berbahan pangan lokal yang disesuaikan dengan kebutuhan gizi penderita diabetes. Menu yang diperkenalkan membatasi gula sederhana dan lemak jenuh, namun tetap mengedepankan rasa yang akrab di lidah warga Gorontalo.

Dalam materi edukasi disebutkan bahwa sagu mengandung pati resisten yang memperlambat pencernaan. Jagung kaya serat dan beta-karoten, sementara ubi jalar serta talas memiliki indeks glikemik rendah hingga sedang dan kaya antioksidan.

Empat Pilar Kendali Diabetes, Bukan Cuma Obat

Sofyawati menekankan bahwa pengendalian diabetes tidak bergantung pada obat semata. Empat pilar utamanya adalah edukasi, pengaturan gizi, aktivitas fisik minimal 150 menit per minggu, serta terapi medis. Warga juga didorong mengelola stres dan tidur cukup.

“Keberhasilan pengendalian diabetes juga bergantung pada perubahan gaya hidup,” kata Sofyawati.

Alat Deteksi Dini untuk Kader Kesehatan

Selain edukasi, tim menyerahkan alat pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat. Langkah ini untuk mendukung pemantauan kondisi kesehatan secara berkala di Desa Tilote. Harapannya, kader kesehatan dapat meneruskan pengetahuan ke warga lain sehingga pemanfaatan pangan lokal tidak sekadar menjaga kearifan kuliner, tetapi juga menjadi bagian dari pencegahan dan pengendalian diabetes di tingkat desa.

Reporter: Feri Andika
Sumber: gorontalopost.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top