KOTA GORONTALO — Suasana santai namun sarat makna mewarnai pertemuan Forkopimda Gorontalo di Warkop Amal, Selasa sore. Duduk bersebelahan, Kapolda Gorontalo Irjen Pol Widodo dan Kajati Sumurung Pandapotan Simaremare terlihat akrab menikmati kopi—sebuah pemandangan yang menurut Gubernur Gusnar Ismail justru menjadi indikator utama keselarasan para pimpinan daerah.
"Yang penting bagi kami ini kami sudah bertemu di sini. Kalau tidak salah saya, pertemuan ini sudah tiga empat kali tunda. Saya punya waktu tiba-tiba teman-teman Forkopimda lain tidak punya waktu, beliau-beliau punya waktu saya lagi tidak bisa hadir. Alhamdulillah semua bisa hadir pada kesempatan ini," jelas Gubernur Gusnar.
Menurut Gusnar, agenda silaturahmi ini sebenarnya sudah direncanakan sejak lama atas prakarsa bersama. Namun, padatnya aktivitas masing-masing pejabat membuat jadwal pertemuan sempat batal berkali-kali. Ia menegaskan tidak ada pembahasan kedinasan yang bersifat formal atau kaku dalam kesempatan tersebut.
"Jadi sebetulnya tidak ada kita bahas serius ini. Intinya bagi kami ini kita bertemu. Belum tadi saat saya masuk itu materinya sepak bola. Mayoritas itu pendukung Perancis. Jadi kalau kalah sebentar jangan lagi protes-protes," canda Gusnar, merujuk pada candaan ringan antarpejabat soal prediksi pertandingan sepak bola yang mewarnai diskusi.
Selain mempererat silaturahmi internal, momentum ngopi bareng ini juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan sejumlah pejabat baru di wilayah Gorontalo kepada masyarakat yang hadir. Dua di antaranya adalah Direktur Intelijen (Dirintel) Polda Gorontalo yang baru dan Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Gorontalo.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Gusnar Ismail, Kapolda Irjen Pol Widodo, Kajati Sumurung Pandapotan Simaremare, Ketua DPRD Thomas Mopili, Danrem 133/Nani Wartabone Brigjen TNI Hardo Toga Parlindungan Sihotang, Ketua Pengadilan Tinggi Yapi, Dansatradar Letkol Lek Edith Nurhidayah, serta Danlanal Letkol Marinir Andi Arif Mangkubumi.
Hubungan yang harmonis antarinstansi, kata Gubernur, menjadi kunci utama dalam menjalankan roda pemerintahan. Meski koordinasi dilakukan melalui ruang-ruang diskusi informal yang santai, hasilnya justru dinilai lebih efektif untuk menjaga stabilitas daerah.