GORONTALO UTARA — Pemasangan jaringan kabel listrik bawah laut sepanjang lintasan menuju Pulau Dudepo memasuki tahap akhir. Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie meninjau langsung lokasi pemasangan kabel di perairan Anggrek, Selasa (7/7/2026).
“Ada doa-doa tulus dari masyarakat Dudepo untuk para pekerja, khususnya para penyelam yang sedang berjuang memasang kabel listrik bawah laut. Insya Allah seluruh proses ini berjalan lancar,” kata Idah dalam keterangan yang diterima Kominfotik.
Idah menyebutkan, berdasarkan laporan dari Manajer PLN setempat, Usman Bangun, pekerjaan fisik ditargetkan selesai pada akhir bulan ini. Artinya, pada Agustus listrik sudah bisa mengalir ke rumah-rumah warga.
“Insya Allah, saat peringatan 17 Agustus nanti Pulau Dudepo benar-benar sudah terang. Inilah harapan yang selama ini dinantikan masyarakat,” ujarnya.
Proyek ini merupakan bagian dari program strategis kelistrikan nasional. Idah menegaskan, realisasi pembangunan jaringan bawah laut itu merupakan hasil perjuangan Anggota DPR RI Komisi XII Rusli Habibie dalam mengawal aspirasi masyarakat Gorontalo di sektor energi.
“Tentunya ini merupakan jawaban atas doa-doa masyarakat sekaligus hasil perjuangan Bapak Rusli Habibie. Alhamdulillah, berkat sinergi pemerintah, PLN, dan dukungan semua pihak, harapan masyarakat Dudepo akhirnya dapat diwujudkan,” tambahnya.
Sebelumnya, pembangunan jaringan serupa telah dilakukan di Bali dan Madura. Pulau Dudepo menjadi lokasi berikutnya yang mendapatkan infrastruktur kelistrikan bawah laut dengan nilai investasi mencapai Rp95 miliar.
Pemerintah bersama PLN tidak hanya berhenti pada pemasangan kabel bawah laut. Idah menyebut, program pemasangan listrik gratis bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan akan dilanjutkan. Langkah ini diharapkan memperluas akses listrik sehingga seluruh warga Pulau Dudepo bisa segera menikmati penerangan.
“Hadirnya listrik menjadi hadiah istimewa bagi masyarakat Pulau Dudepo menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI,” pungkas Idah.