KABUPATEN GORONTALO — Wakil Gubernur Gorontalo yang juga menjabat Ketua Pelaksana Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, menegaskan generasi muda menjadi garda terdepan menekan angka penularan HIV-AIDS. Data validasi per Oktober 2025 mencatat total 1.455 kasus di Gorontalo, terdiri dari 850 kasus HIV dan 605 kasus AIDS.
Idah mengungkapkan tantangan besar: alokasi anggaran penanggulangan HIV-AIDS terus menurun drastis. Sejak 2010, pemerintah rutin mengucurkan sekitar Rp1 miliar per tahun, kini tersisa hanya sekitar Rp250 juta.
“Meski demikian, pemerintah tidak berhenti melakukan berbagai langkah sosialisasi. Ini sudah menjadi komitmen kami,” ujarnya di hadapan para siswa. Keterbatasan dana mendorong KPA dan Dinas Kesehatan menggencarkan edukasi melalui media sosial demi jangkauan lebih luas.
Idah mengajak para pelajar tidak merusak masa depan dengan perilaku berisiko. “Kalian masih memiliki masa depan yang panjang. Jangan rusak masa depan itu dengan perilaku yang dapat merugikan diri sendiri. Jauhi seks bebas, narkoba, dan berbagai bentuk pergaulan yang berisiko,” tegasnya.
Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo dr. Anang S. Otoluwa dan jajaran KPA. Wagub menambahkan, HIV-AIDS bisa menyerang siapa saja, sehingga penerapan pola hidup sehat dan bertanggung jawab menjadi kunci utama.