GORONTALO — Direktur Utama Perum Bulog, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan pihaknya terus mengoptimalkan penyaluran CPP melalui tiga program utama. Pertama, beras SPHP yang dijual dengan harga lebih murah dari pasar. Kedua, Bantuan Pangan berupa beras dan minyak goreng untuk keluarga penerima manfaat. Ketiga, SPHP Jagung yang ditujukan untuk menekan harga pakan ternak.
"Bulog terus berupaya mengoptimalkan penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," ujar Rizal dalam keterangan resmi.
Realisasi beras SPHP dari kuota tahun 2025 mencapai 221.000 ton pada periode Januari hingga Maret 2026. Sementara untuk kuota tahun 2026 yang mulai disalurkan sejak Maret lalu, Bulog sudah merealisasikan 280.000 ton dari target total 828.000 ton.
Di sektor bantuan sosial, Bulog mencatat realisasi Bantuan Pangan hingga akhir Mei 2026 sudah mencapai 47 persen dari total 33,3 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP). Bantuan yang telah disalurkan meliputi 308.000 ton beras dan 62.000 ton minyak goreng merek MinyaKita.
Pemerintah berencana menambah dua alokasi penyaluran Bantuan Pangan tahun ini. Langkah itu diambil untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan harga pangan global.
"Cadangan Pangan Pemerintah harus memberi manfaat konkret, baik untuk menjaga stabilitas di pasar maupun membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokoknya," tegas Rizal.
Dari sisi pengadaan, Bulog mencatat capaian positif. Realisasi penyerapan hasil produksi petani dalam negeri mencapai 74 persen atau hampir 3 juta ton dari target 4 juta ton setara beras pada 2026. Capaian ini menjadikan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebagai yang terbesar sepanjang sejarah dan diperkirakan mampu menopang kebutuhan hingga 2027.
Untuk program SPHP Jagung, realisasi penyaluran hingga akhir Mei 2026 baru mencapai hampir 11 persen dari target 213.000 ton tahun ini. Bulog menyebut program ini penting untuk menjaga keberlangsungan usaha peternak mandiri.
"Dengan cadangan pangan yang kuat dan tersebar di seluruh Indonesia, Bulog siap menjawab tantangan penugasan pemerintah selanjutnya," pungkas Rizal.