GORONTALO — Selama ini, beras premium yang beredar di pasar Gorontalo didatangkan dari luar provinsi. Pasalnya, daerah tersebut belum memiliki penggilingan padi modern yang mampu memproduksi beras dengan kualitas setara premium.
Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo Muljady Daeng Mario mengatakan, tanpa penggilingan yang memadai, petani lokal hanya mampu menghasilkan beras medium. Akibatnya, nilai tambah hasil panen belum maksimal.
"Di Gorontalo ini belum punya penggilingan modern yang menghasilkan beras premium. Premium masih kita datangkan dari luar Gorontalo," katanya di Gorontalo, Rabu.
Investor Mulai Melirik, Teknologi Pengolahan Jadi Syarat
Muljady mengungkapkan, pihaknya telah menerima kunjungan dari calon investor yang tertarik membangun fasilitas penggilingan modern. Fasilitas itu direncanakan dilengkapi teknologi pengolahan beras yang mampu menaikkan kelas produk petani.
"Kemarin saya sudah ditemui investor yang berminat. Kita dorong mereka membangun penggilingan padi yang lengkap, yang modern," ujarnya.
Dengan adanya investasi ini, kualitas beras lokal ditargetkan naik dari kategori medium menjadi premium. Langkah ini dinilai strategis untuk mengungkit pendapatan petani di tingkat hulu.
Hilirisasi Pertanian: Bukan Hanya Padi
Pembangunan industri penggilingan padi modern merupakan bagian dari strategi hilirisasi sektor pertanian yang tengah digencarkan Pemprov Gorontalo. Muljady menambahkan, hilirisasi tidak hanya menyasar komoditas padi.
Ia menyebut sektor peternakan ayam terintegrasi serta komoditas perkebunan seperti kelapa, tebu, dan kakao juga telah mulai dikembangkan dengan pola serupa. Tujuannya, memperkuat daya saing produk lokal dan mengurangi ketergantungan pada pasokan olahan dari luar daerah.
"Harapannya ini juga mengungkit peningkatan kualitas beras di Gorontalo dari medium menjadi premium," kata Muljady.
Dampak bagi Petani: Nilai Tambah dan Pendapatan
Keberadaan penggilingan modern diyakini tidak hanya memperbaiki kualitas beras, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi komoditas padi yang dihasilkan petani. Selama ini, petani menjual gabah atau beras medium dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga beras premium di pasaran.
Dengan adanya fasilitas pengolahan yang memadai, petani bisa mendapatkan harga jual yang lebih kompetitif. Pemprov Gorontalo berharap langkah ini mampu memperkuat ekosistem pertanian lokal secara berkelanjutan.