Pencarian

MES: Potensi Ekonomi Syariah Rp 5.300 Triliun Bisa Ciptakan 2,2 Juta Lapangan Kerja untuk Atasi Kesenjangan

Rabu, 29 Juli 2026 • 09:07:26 WIB
MES: Potensi Ekonomi Syariah Rp 5.300 Triliun Bisa Ciptakan 2,2 Juta Lapangan Kerja untuk Atasi Kesenjangan
Ketua MES Aries menyampaikan potensi ekonomi syariah mencapai Rp 5.300 triliun dalam Kongres Umat Islam Indonesia VIII di Jakarta, Ahad (26/7/2026).

GORONTALO — Pernyataan itu disampaikan Aries dalam Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII di Jakarta, Ahad (26/7/2026). Ia menilai pertumbuhan ekonomi nasional dalam satu dekade terakhir belum diikuti pemerataan kesejahteraan. "Paradoksnya, ekonomi bertumbuh, tetapi kesejahteraan masyarakat belum meningkat secara merata," ujarnya.

Kesenjangan Jadi Tantangan, Hasil Hanya Dinikmati Kelompok Tertentu

Menurut Aries, berbagai indikator makro menunjukkan perekonomian Indonesia relatif baik. Namun, ia menyoroti bahwa hasil pertumbuhan lebih banyak terserap oleh kelompok tertentu saja. Kondisi ini menjadi paradoks yang harus segera diatasi melalui penguatan konsolidasi ekonomi syariah.

"Perlu ada terobosan untuk memastikan manfaat ekonomi dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat," kata Aries yang juga Chairman Indonesia SMU Global League.

Konsolidasi Ekonomi Syariah: Zakat hingga Wakaf Jadi Motor Baru

Salah satu solusi yang ditawarkan MES adalah mengonsolidasikan seluruh potensi ekonomi syariah secara profesional. Mulai dari investasi syariah hingga aset sosial seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Aries meyakini, jika ekosistem ini bergerak dalam satu kesatuan, dampaknya akan signifikan terhadap perekonomian nasional.

"Dengan pengelolaan yang profesional, potensi tersebut diyakini mampu menjadi motor pemerataan ekonomi nasional," tutur Aries.

Target 2030: Aset Rp 5.300 Triliun dan 2,2 Juta Pekerjaan Baru

Proyeksi MES menunjukkan, konsolidasi optimal hingga 2030 akan menghasilkan aset ekonomi syariah senilai lebih dari Rp 5.300 triliun. Angka tersebut diperkirakan mampu menyerap 2,2 juta tenaga kerja baru. "Potensi tersebut diperkirakan mampu menciptakan sekitar 2,2 juta lapangan kerja sekaligus menurunkan angka kemiskinan," jelas Aries.

Ia menambahkan, cita-cita Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia hanya bisa terwujud jika seluruh potensi umat dikelola secara profesional, terintegrasi, dan didukung kelembagaan yang kuat. "Konsolidasi adalah kuncinya," tegasnya.

Pola Pikir Pembangunan Harus Berubah, Bukan Hanya Keuntungan Jangka Pendek

Selain aspek teknis, Aries menekankan pentingnya perubahan orientasi pembangunan ekonomi. Menurutnya, fokus tidak boleh semata-mata pada keuntungan jangka pendek. Pembangunan harus mampu menciptakan nilai tambah dan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat luas.

"Ketika seluruh potensi ekonomi syariah bergerak dalam satu ekosistem yang terintegrasi, maka pertumbuhan ekonomi tidak hanya tinggi, tetapi juga mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata bagi masyarakat," pungkas Aries.

Bagikan
Sumber: mui.or.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks