Pencarian

Hizbullah Lancarkan 13 Serangan ke Posisi Militer Israel di Lebanon Selatan

Rabu, 06 Mei 2026 • 13:35:54 WIB
Hizbullah Lancarkan 13 Serangan ke Posisi Militer Israel di Lebanon Selatan
Drone Hizbullah menyerang posisi artileri Israel di perbatasan Lebanon selatan.

BEIRUT — Situasi di perbatasan Lebanon selatan kian mencekam setelah rentetan serangan udara dan artileri Israel menghantam wilayah tersebut. Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan sedikitnya 17 orang tewas dalam insiden yang terjadi sepanjang Senin kemarin.

Sumber militer setempat menyebutkan bahwa pesawat tempur Israel setidaknya menyerang 25 permukiman berbeda. Selain itu, 19 wilayah perbatasan lainnya dilaporkan terkena tembakan artileri berat yang menyasar area pemukiman warga sipil.

Serangan Drone Hizbullah Sasar Posisi Artileri Baru

Sebagai balasan atas gempuran tersebut, Hizbullah mengonfirmasi telah melakukan 13 operasi tempur dalam kurun waktu 24 jam. Salah satu serangan paling signifikan terjadi pada pukul 20.30 waktu setempat di dekat kota Rab El Thalathine.

Kelompok perlawanan ini menggunakan sekelompok drone serang untuk menghancurkan posisi artileri musuh yang baru saja didirikan. Operasi ini diklaim sebagai respons langsung terhadap serangan Israel ke permukiman di Lebanon selatan sebelumnya.

Hizbullah menyatakan bahwa tindakan tersebut bertujuan untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dari pihak lawan. Mereka menegaskan akan terus melakukan perlawanan selama serangan terhadap warga sipil Lebanon masih berlangsung.

Wilayah Mana Saja yang Menjadi Sasaran Operasi?

Serangan Hizbullah tidak hanya terpusat di satu titik, melainkan menyebar ke sejumlah lokasi strategis militer di perbatasan. Beberapa wilayah yang menjadi sasaran utama meliputi Qantara, Bayada, Deir Mimas, hingga Aynata di bagian selatan negara itu.

Dalam laporan resminya, Hizbullah merinci jenis persenjataan yang digunakan untuk menggempur target-target tersebut:

  • Penggunaan drone tempur untuk target presisi di pos komando.
  • Tembakan roket dan artileri ke konsentrasi peralatan militer.
  • Penggunaan senjata ringan dalam kontak senjata di beberapa titik perbatasan.

Pihak militer Lebanon mengonfirmasi bahwa intensitas pertempuran kali ini merupakan salah satu yang tertinggi dalam beberapa pekan terakhir. Rentetan serangan ini menyasar konsentrasi personel serta pos-pos komando tentara Israel yang berada di garis depan perbatasan.

Hingga saat ini, situasi di perbatasan Lebanon selatan masih terpantau tegang. Warga di puluhan permukiman yang terdampak mulai mengungsi guna menghindari jatuhnya korban jiwa lebih lanjut akibat baku tembak yang terus terjadi.

Bagikan
Sumber: gorontalo.antaranews.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks