PLN Suluttenggo Perkuat Ekonomi Kreatif dan Aksi Sosial di Tolitoli

Penulis: Redaksi  •  Senin, 04 Mei 2026 | 16:34:01 WIB

TOLITOLI — PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo) memperkuat komitmen pemberdayaan masyarakat di wilayah Sulawesi Tengah. Melalui kolaborasi Persatuan Istri Karyawan dan Karyawati (PIKK) serta Srikandi PLN, perusahaan pelat merah ini menyasar sektor sosial dan pengembangan wisata kreatif di Kabupaten Tolitoli, Selasa (30/4/2026).

Langkah ini menjadi bagian dari peringatan Hari Kartini yang dimaknai sebagai momentum emansipasi berdampak nyata. PLN tidak hanya fokus pada keandalan pasokan listrik, tetapi juga menyentuh aspek humanis melalui interaksi langsung dengan kelompok masyarakat rentan dan penggerak ekonomi desa.

Misi Kemanusiaan di Yayasan Ihsanul Ummah Buntuna

Rombongan mengawali agenda dengan mengunjungi Yayasan Ihsanul Ummah di Desa Buntuna. Dalam kunjungan tersebut, Ketua PIKK UID Suluttenggo menyerahkan bantuan tali kasih berupa dukungan moril dan materiil untuk anak-anak panti asuhan. Aksi ini dirancang untuk mempererat hubungan emosional antara korporasi dengan warga di sekitar wilayah kerja PLN.

Bantuan tersebut diharapkan mampu meringankan operasional yayasan dalam mendidik generasi muda. Sinergi antara PIKK dan Srikandi PLN di lokasi ini memperlihatkan sisi lain dari manajemen PLN yang mengedepankan kepedulian sosial di tengah tugas teknis melistriki pelosok negeri.

Pemetaan Potensi Wisata Kreatif di Desa Malangga

Setelah agenda sosial, tim bergerak menuju Desa Malangga yang kini diproyeksikan sebagai ikon wisata kreatif baru di Tolitoli. Kunjungan ini bertujuan memetakan potensi ekonomi lokal yang dapat diintegrasikan dengan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN. Srikandi PLN berdialog intensif dengan para pengrajin setempat untuk mengidentifikasi kendala produksi maupun pemasaran.

PLN memandang sentuhan kepemimpinan perempuan dalam manajemen wisata dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi desa. Fokus utama dalam dialog tersebut adalah bagaimana menciptakan ekosistem wisata yang mandiri sehingga mampu membuka lapangan kerja baru bagi warga lokal tanpa bergantung sepenuhnya pada bantuan eksternal.

Peran Strategis Srikandi dalam Transformasi PLN

General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menyatakan bahwa peran perempuan di internal PLN kini semakin krusial dan strategis. Srikandi PLN bukan sekadar simbol, melainkan motor penggerak transformasi yang terjun langsung ke lapangan untuk menyelesaikan tantangan sosial dan ekonomi.

“Srikandi bukan hanya simbol kekuatan, tetapi juga refleksi dari ketangguhan, ketulusan, dan kecerdasan perempuan dalam menghadapi tantangan zaman. Di PLN, kami memberikan ruang seluas-suasnya bagi perempuan untuk berkarya,” ujar Usman Bangun, Selasa (30/4).

Usman menambahkan, kunjungan ke Tolitoli menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor. Program-program yang dihadirkan diarahkan agar memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat luas, sejalan dengan visi keberlanjutan perusahaan.

Dorong Kemandirian Ekonomi Perempuan Akar Rumput

Ketua PIKK UID Suluttenggo, Sarohatta Usman, menekankan pentingnya langkah konkret yang menyentuh akar rumput. Menurutnya, semangat Kartini harus diimplementasikan melalui dukungan nyata bagi perempuan-perempuan di desa agar mereka mampu berdaya secara finansial.

“Momen Hari Kartini ini kami maknai dengan turun langsung ke masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa kehadiran perempuan PLN (Srikandi) dan PIKK membawa dampak positif, baik melalui bantuan sosial maupun dukungan bagi penggerak ekonomi kreatif di desa,” jelas Sarohatta.

Kehadiran PLN di Desa Malangga mendapat respons positif dari tokoh masyarakat setempat. Dukungan korporasi diharapkan mampu meningkatkan daya tarik desa sebagai destinasi unggulan di Sulawesi Tengah, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi kreatif yang berbasis pada kearifan lokal.

Reporter: Redaksi
Back to top