Pencarian

Danantara Klaim 34 Lembaga Keuangan Siap Biayai Proyek Sampah Jadi Listrik

Minggu, 18 Oktober 2026 • 15:20:01 WIB
Danantara Klaim 34 Lembaga Keuangan Siap Biayai Proyek Sampah Jadi Listrik
Danantara sebut 34 lembaga keuangan bergabung dalam panel calon pemberi pinjaman proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik.

GORONTALO — Sebanyak 34 institusi keuangan bergabung dalam panel calon pemberi pinjaman proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang dikembangkan Danantara Indonesia. Minat pembiayaan indikatif mereka disebut melampaui tiga kali estimasi kebutuhan utang program tersebut, menandakan besarnya kepercayaan lembaga keuangan terhadap proyek energi hijau ini.

Managing Director Investment PT Danantara Investment Management (DIM) Stefanus Ade Hadiwidjaja menyatakan pembentukan panel itu untuk memetakan kapasitas dan minat tiap calon pemberi pinjaman. Pemetaan jadi dasar penjajakan struktur pendanaan yang sesuai kebutuhan masing-masing proyek PSEL.

Anggota panel datang dari beragam latar institusi. Mulai dari bank pembangunan multilateral, lembaga pembiayaan pembangunan bilateral, lembaga pembiayaan infrastruktur, pengelola dana iklim, hingga lembaga pembiayaan proyek internasional.

Minat Pembiayaan Lampaui Kebutuhan Utang

Stefanus menyebut minat pembiayaan indikatif yang melampaui tiga kali estimasi kebutuhan utang menunjukkan besarnya potensi dukungan lembaga keuangan terhadap program PSEL. Artinya, kebutuhan pendanaan proyek diperkirakan jauh lebih kecil dibanding total komitmen indikatif yang masuk.

“Melalui panel ini, kami dapat memetakan kapasitas dan minat calon pemberi pinjaman untuk menjajaki struktur pendanaan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing proyek,” kata Stefanus dalam keterangan resmi, Sabtu (17/10/2026).

Panel ini tidak hanya memetakan minat untuk keseluruhan portofolio PSEL. Setiap proyek individual juga akan dipetakan kapasitas pembiayaannya, sehingga struktur pendanaan bisa disesuaikan per lokasi dan skala proyek.

Struktur Pendanaan Mulai dari Tenor hingga Fasilitas Nontunai

Hasil pemetaan panel akan menjadi dasar penjajakan struktur pendanaan. Cakupannya meliputi jenis dan tenor pinjaman, fasilitas nontunai, serta alternatif pembiayaan lain yang relevan dengan karakter proyek sampah menjadi listrik.

Skema pendanaan campuran seperti ini lazim dipakai untuk proyek infrastruktur hijau yang butuh modal besar dan berjangka panjang. Kehadiran pengelola dana iklim dalam panel memberi sinyal bahwa pembiayaan berbasis keberlanjutan jadi salah satu opsi yang dipertimbangkan.

Kenapa Proyek Sampah Jadi Listrik Dilirik

Program PSEL mengubah sampah perkotaan menjadi sumber energi listrik, sekaligus mengurangi beban tempat pembuangan akhir. Bagi lembaga keuangan, proyek semacam ini menawarkan dua nilai sekaligus: imbal hasil infrastruktur dan klaim lingkungan yang makin dicari investor global.

Danantara Indonesia menempatkan PSEL sebagai salah satu proyek prioritas yang dikelola lewat platform investasi. Keikutsertaan 34 institusi keuangan memperlihatkan bahwa pipeline proyek ini sudah masuk radar pembiayaan internasional, bukan sekadar rencana di atas kertas.

Bagi pemerintah daerah yang menjadi lokasi proyek, kepastian pendanaan menjadi kunci. Tanpa struktur pinjaman yang jelas, proyek pengolahan sampah sering tersendat di tahap konstruksi meski lahan dan teknologi sudah siap.

Langkah berikutnya, Danantara akan menindaklanjuti hasil pemetaan panel dengan penjajakan struktur pendanaan per proyek. Jika berjalan sesuai rencana, PSEL bisa menjadi contoh bagaimana pembiayaan campuran dipakai untuk mengeksekusi proyek energi terbarukan berskala besar di Indonesia.

Follow kabargorontalo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: idxchannel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks