GORONTALO — Abdi Gunawan Djafar tercatat sebagai dosen Jurusan S-1 Arsitektur dan Program Studi D-IV Arsitektur Bangunan Gedung UNG. Lewat jalur Double Degree, ia memperdalam keilmuan sekaligus memperluas pengalaman riset di lingkungan akademik internasional.
Pembagian masa studinya berjalan bertahap. Dua belas bulan pertama dijalani di ITB untuk perkuliahan dan pendalaman teori, lalu 18 bulan riset intensif di School of Architecture, Building and Civil Engineering, Loughborough University.
Fokus Riset di Bidang Sains dan Teknologi Bangunan
Setelah tahap riset di Inggris, Abdi dijadwalkan kembali ke ITB selama enam bulan untuk menyelesaikan penyusunan disertasi. Bidang yang digelutinya adalah sains dan teknologi bangunan.
Penelitiannya dibimbing tim promotor dari kedua institusi. Kolaborasi itu membuka ruang untuk mengintegrasikan perspektif keilmuan, pendekatan penelitian, dan pengalaman akademik dari ITB maupun Loughborough University.
Dampak bagi Fakultas Teknik UNG
Bagi Abdi, kesempatan ini bukan sekadar pencapaian akademik pribadi. Pengetahuan dan pengalaman selama menempuh studi di Indonesia dan Inggris diharapkan memperkuat pembelajaran serta penelitian di Fakultas Teknik UNG, khususnya bidang arsitektur dan teknologi bangunan.
Pengalaman belajar di dua lingkungan akademik berbeda juga memperluas jejaring risetnya. Bekal itu diharapkan mendukung pengembangan materi pembelajaran, peningkatan kualitas penelitian, dan membuka peluang kolaborasi akademik yang lebih luas bagi sivitas akademika UNG.
Rektor UNG Sebut Bagian dari Penguatan SDM
Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., mengapresiasi keikutsertaan Abdi dalam program doktoral Double Degree. Menurutnya, kesempatan menempuh pendidikan lanjut di perguruan tinggi terkemuka merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kualifikasi dan kompetensi dosen.
Eduart menekankan bahwa kompetensi yang diperoleh dosen melalui pendidikan doktoral tidak seharusnya berhenti pada individu. Pengetahuan tersebut diharapkan ditransfer melalui kegiatan pembelajaran, penelitian, publikasi ilmiah, dan berbagai aktivitas akademik yang bermanfaat bagi mahasiswa serta pengembangan program studi.
"Keikutsertaan Abdi Gunawan Djafar dalam program doktoral Double Degree menjadi salah satu langkah pengembangan sumber daya manusia UNG melalui pendidikan bertaraf internasional," ujar Eduart.
Melalui penguatan kompetensi dosen dan perluasan jejaring akademik, UNG terus mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang inovatif, kolaboratif, dan kompetitif sebagai bagian dari upaya mewujudkan universitas yang unggul dan berdaya saing.