Pencarian

Pemkot Gorontalo Wajibkan Bahasa Gorontalo di SD dan SMP Setiap Selasa dan Kamis, DPRD Sebut Upaya Jaga Identitas Budaya

Kamis, 08 Oktober 2026 • 05:16:02 WIB
Pemkot Gorontalo Wajibkan Bahasa Gorontalo di SD dan SMP Setiap Selasa dan Kamis, DPRD Sebut Upaya Jaga Identitas Budaya
Siswa SD dan SMP di Kota Gorontalo menggunakan bahasa Gorontalo pada hari Selasa dan Kamis.

GORONTALO — Suasana komunikasi di sejumlah sekolah dasar dan menengah pertama di Kota Gorontalo kini diarahkan memakai bahasa daerah pada dua hari tertentu setiap pekan. Kebijakan itu berlaku di lingkungan pendidikan dan melibatkan seluruh warga sekolah, bukan hanya peserta didik.

Anggota DPRD Kota Gorontalo Rolis Helingo menyebut kebijakan tersebut sebagai upaya menjaga bahasa daerah tetap hidup di tengah masyarakat. Menurut politikus Partai Golkar dari Kecamatan Kota Utara itu, penggunaan bahasa Gorontalo di sekolah lebih dari sekadar membiasakan anak berbicara dalam bahasa daerah.

Mengapa Kebijakan Ini Dianggap Penting bagi Anak Gorontalo

Rolis menilai bahasa daerah merupakan warisan yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan masyarakat Gorontalo. Pelestariannya, kata dia, membutuhkan kebiasaan nyata, bukan hanya pengajaran teori tentang budaya.

"Ini sangat baik. Jangan sampai anak-anak kita nanti lebih mengenal bahasa dari luar, sementara bahasa daerah sendiri justru semakin jarang digunakan," ujar Rolis.

Menurutnya, penerapan bahasa Gorontalo secara rutin di sekolah memberi ruang bagi anak-anak untuk mengenal, memahami, dan menggunakan bahasa daerah sejak usia dini. Ia berharap kebiasaan itu terbawa sampai anak kembali ke rumah.

Guru hingga Orang Tua Diminta Ikut Gunakan Bahasa Gorontalo

Yang menarik dari kebijakan ini, sasaran pembiasaan tidak berhenti pada murid. Guru, kepala sekolah, bahkan orang tua diharapkan turut menggunakan bahasa Gorontalo pada hari yang telah ditentukan.

Dengan begitu, pembiasaan bahasa daerah bisa berlanjut ketika anak-anak berkomunikasi bersama keluarga di rumah. Rolis menilai keterlibatan orang tua menjadi bagian penting untuk menjaga keberlanjutan program tersebut.

Sekolah, menurut dia, hanya menjadi salah satu tempat pembiasaan. Keluarga tetap lingkungan pertama bagi anak dalam menggunakan bahasa.

"Kalau sekolah dan orang tua sama-sama membiasakan, anak-anak akan lebih mudah menggunakan bahasa Gorontalo. Ini yang harus kita jaga bersama," katanya.

Harapan agar Program Berjalan Konsisten

Rolis berharap program penggunaan bahasa Gorontalo setiap Selasa dan Kamis dapat terus berjalan secara konsisten. Ia ingin kebijakan itu menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di lingkungan pendidikan Kota Gorontalo.

"Ini adalah bentuk komitmen untuk melestarikan bahasa daerah. Kita berharap anak-anak Gorontalo tetap bangga menggunakan bahasa daerahnya," pungkasnya.

Kebijakan yang diterapkan Pemerintah Kota Gorontalo di bawah kepemimpinan Wali Kota Adhan Dambea dan Wakil Wali Kota Indra Gobel ini menyasar sekolah tingkat SD dan SMP. Pelaksanaannya mengandalkan pembiasaan harian di lingkungan sekolah maupun rumah, bukan sekadar materi pelajaran di kelas.

Follow kabargorontalo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rgol.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks