Pencarian

Dinas Pendidikan Kota Gorontalo Libatkan Guru TK Tekan 2.413 Anak Tidak Sekolah

Minggu, 04 Oktober 2026 • 10:16:31 WIB
Dinas Pendidikan Kota Gorontalo Libatkan Guru TK Tekan 2.413 Anak Tidak Sekolah
Kepala Dinas Pendidikan Kota Gorontalo Husin Ali menyampaikan arahan dalam kegiatan IGTKI-PGRI Kota Gorontalo di Desa Botubarani, Sabtu (3/10/2026).

GORONTALO — Dinas Pendidikan Kota Gorontalo menempuh jalur baru dalam penanganan anak tidak sekolah (ATS). Sebanyak 2.413 anak di Kota Gorontalo tercatat belum mendapatkan akses pendidikan, dan guru Taman Kanak-Kanak diminta turun mendeteksi keberadaan mereka di lapangan.

Permintaan itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Gorontalo Husin Ali dalam kegiatan IGTKI-PGRI Kota Gorontalo bertema "Merajut Kebersamaan, Mempererat Silaturahmi Menuju Guru yang Ceria, Inovatif dan Berkarakter". Acara berlangsung di Villa D2 Uno, Desa Botubarani, Sabtu 3 Oktober 2026, dihadiri seluruh guru TK se-Kota Gorontalo.

Kegiatan itu juga dimeriahkan berbagai lomba guru TK antar-kecamatan. Namun di balik agenda silaturahmi, ada pesan serius soal pendidikan yang ingin disampaikan dinas.

Mengapa Guru TK Jadi Ujung Tombak Pendataan

Husin menilai guru TK berada di posisi paling menguntungkan untuk mendeteksi anak tidak sekolah. Mereka bersinggungan langsung dengan keluarga dan lingkungan sekitar setiap hari.

"Kenapa lewat guru-guru TK? Karena guru-guru TK itu berada di garda terdepan, lebih dekat dengan masyarakat sekitar. Anak tidak sekolah itu cepat sekali kita deteksi kalau dia di lapangan," jelasnya.

Karena itu, Husin meminta kepala TK dan guru TK membantu Dinas Pendidikan menemukan anak yang belum bersekolah di lingkungan masing-masing. Data administrasi, menurut dia, belum tentu menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan.

"Karena data bisa saja bicara lain dan lapangan juga bisa bicara lain. Mudah-mudahan langkah-langkah ini akan membuat kita lebih cepat menurunkan angka anak tidak sekolah di Kota Gorontalo," katanya.

2.413 Anak Tidak Sekolah, Wali Kota Dorong Kecamatan Bergerak

Pemerintah Kota Gorontalo telah mendorong seluruh kecamatan dan kelurahan untuk bersama-sama menangani persoalan ATS. Husin menyebut komitmen Wali Kota Gorontalo menjadi penggerak utama langkah ini.

"Di kota itu ada 2.413 angka anak tidak sekolah, ATS. Bersyukurnya kita, kita punya komitmen besar dari Pak Wali yang sudah mendorong semua kecamatan bergerak, semua kelurahan bergerak," ujar Husin.

Ia menjelaskan, persoalan anak tidak sekolah dipengaruhi sejumlah faktor. Kondisi ekonomi keluarga, keinginan anak untuk segera bekerja, persoalan keluarga, serta persoalan pendataan menjadi penyebab yang paling sering ditemui.

"Kita tentu mengkhawatirkan ini masa depan negara, kalau misalnya anak tidak sekolah makin naik. Kita tahu di zaman sekarang mendorong anak untuk sekolah itu butuh kebersamaan, butuh kerja bareng," ungkapnya.

Kampanye Pendidikan Menyasar Orang Tua

Selain mendeteksi anak yang belum bersekolah, guru TK diminta ikut mengampanyekan pentingnya pendidikan kepada orang tua. Husin menilai guru merupakan pihak yang paling dekat dengan keluarga.

"Sangat kita harapkan. Karena yang paling dekat dengan orang tua ya guru-guru TK," tegasnya.

Dinas Pendidikan Kota Gorontalo berharap kolaborasi dengan guru TK dan seluruh satuan pendidikan mempercepat penanganan anak tidak sekolah. Targetnya, semakin banyak anak di Kota Gorontalo yang memperoleh akses pendidikan.

Follow kabargorontalo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks