Pencarian

16 Titik Irigasi Air Tanah Dibangun di Buntulia untuk Selamatkan 1.000 Hektare Sawah dari Sedimentasi

Rabu, 05 Agustus 2026 • 00:13:31 WIB
16 Titik Irigasi Air Tanah Dibangun di Buntulia untuk Selamatkan 1.000 Hektare Sawah dari Sedimentasi
Gubernur Gorontalo memerintahkan pembangunan 16 titik irigasi air tanah di Desa Taluduyunu, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato.

POHUWATO — Ratusan petani di Desa Taluduyunu, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, akhirnya mendapat kepastian setelah Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail memerintahkan pembangunan 16 titik irigasi air tanah. Jaringan ini akan dikerjakan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II dan ditargetkan beroperasi pada tahun ini juga.

Setiap titik irigasi air tanah diperkirakan mampu mengairi lahan sawah seluas 10 hingga 12 hektare. Dengan total 16 titik, sekitar 160 hingga 192 hektare sawah yang selama ini terbengkalai bisa segera ditanami kembali.

Luasan Sawah Capai Lebih dari Seribu Hektare

Gusnar mengakui, 16 titik tersebut belum cukup untuk menghidupkan seluruh areal persawahan di Taluduyunu yang luasnya mencapai lebih dari seribu hektare. Karena itu, usulan penambahan titik irigasi akan segera diajukan ke pemerintah pusat.

“Karena disitu luasan sawahnya lebih dari seribu hektar, maka akan kami usulkan untuk ditambah lagi agar seluruh lahan bisa ditanami. Saya minta kepada masyarakat tolong bersabar, kita pikirkan bersama dan saya sudah menemukan caranya seperti tadi itu,” kata Gusnar, Selasa (4/8/2026).

Normalisasi Saluran Irigasi Jadi Solusi Jangka Panjang

Selain irigasi air tanah, pemerintah menyiapkan langkah lanjutan berupa normalisasi Daerah Irigasi (DI) Taluduyunu melalui pengerukan sedimentasi yang menumpuk di saluran. Gusnar menegaskan, pengerukan tidak bisa dilakukan asal-asalan karena membutuhkan kajian teknis yang matang.

“Kita rencanakan yang matang untuk normalisasi saluran irigasi Taluduyunu ini agar ketika hujan tidak terjadi lagi sedimentasi. Saya memahami perasaan masyarakat yang disitu tidak bisa menanam, tapi itulah kondisinya,” pungkasnya.

Penyebab Lahan Tidur: Sedimentasi Menumpuk di Saluran Induk

Persoalan yang dihadapi petani Buntulia bukan soal kekeringan, melainkan lumpur dan pasir yang mengendap di saluran irigasi. Sedimentasi ini membuat air tidak mampu mengalir hingga ke petak-petak sawah milik warga, sehingga lahan produktif terpaksa dibiarkan kosong.

Dengan adanya kombinasi irigasi air tanah dan normalisasi saluran, diharapkan siklus tanam di Taluduyunu bisa kembali normal pada musim tanam berikutnya. Para petani yang selama ini menganggur juga diharapkan bisa segera menggarap lahannya kembali.

Follow kabargorontalo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: dulohupa.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks