Pencarian

Tim Cook Pensiun dari Apple: Pendapatan Tumbuh 4 Kali Lipat, Valuasi Tembus Rp 81.000 Triliun

Sabtu, 01 Agustus 2026 • 06:44:01 WIB
Tim Cook Pensiun dari Apple: Pendapatan Tumbuh 4 Kali Lipat, Valuasi Tembus Rp 81.000 Triliun
Tim Cook resmi menyerahkan posisi CEO Apple kepada John Ternus dan akan menjabat sebagai executive chairman.

GORONTALO — Kabar pergantian pimpinan di Apple menjadi penanda berakhirnya era kepemimpinan Tim Cook yang dimulai pada 24 Agustus 2011. Dalam konferensi pers earnings terakhirnya, Cook mengungkapkan transisi kepemimpinan kepada John Ternus berjalan mulus, dan ia akan tetap berada di perusahaan sebagai executive chairman untuk membantu navigasi tekanan regulasi dan kebijakan publik.

Pendapatan Melonjak 4 Kali Lipat dalam Satu Dekade

Data yang dibagikan analis Bank of America, Wamsi Mohan, menunjukkan lompatan signifikan kinerja keuangan Apple. Total pendapatan 2011 tercatat USD 108 miliar, sementara laporan fiskal 2025 menunjukkan angka USD 416 miliar—pertumbuhan hampir empat kali lipat.

Yang lebih menarik, pendapatan kuartal ketiga 2026 saja mencapai USD 109,4 miliar, melampaui total pendapatan setahun penuh di awal kepemimpinan Cook. Segmen iPhone tetap menjadi tulang punggung dengan kontribusi USD 54,3 miliar di kuartal terakhir, naik dari USD 47 miliar di 2011.

Valuasi dan Saham: Dari USD 13 ke USD 304

Saham Apple dibuka di level USD 304,81 hari ini, naik sekitar 23 kali lipat dibanding posisi USD 13,35 sehari setelah Cook mengambil alih (disesuaikan pemecahan saham). Sepanjang kepemimpinannya, Apple melakukan pemecahan saham 7:1 pada 2014 dan 4:1 pada 2020.

Kapitalisasi pasar sempat menembus USD 5 triliun pekan lalu, menjadikan Apple perusahaan kedua yang mencapai angka tersebut setelah Nvidia. Namun, saham terkoreksi hari ini menyusul peringatan Cook soal kendala pasokan dan kelangkaan memori yang memengaruhi pendapatan kuartal berjalan. Saat ini valuasi Apple berada di kisaran USD 4,5 triliun dan kembali berada di bawah Nvidia.

Basis Pengguna Aktif Tembus 2,5 Miliar Perangkat

Apple mencatat lebih dari 2,5 miliar perangkat aktif di seluruh dunia. Jumlah ini naik signifikan dari 1 miliar perangkat yang pertama kali diumumkan perusahaan pada 2016. Pertumbuhan basis pengguna ini menjadi fondasi utama ekspansi bisnis layanan (services) Apple.

Services: Sumber Pendapatan Baru yang Paling Cepat Tumbuh

Kategori layanan mencatat pertumbuhan paling agresif. Pendapatan services di 2011 hanya USD 9,4 miliar, melonjak menjadi USD 30,7 miliar di kuartal ketiga 2026 dan USD 109 miliar sepanjang fiskal 2025. Apple kini mengelola 1,5 miliar langganan berbayar.

Ekspansi layanan ini didorong peluncuran berbagai produk baru di era Cook, termasuk Apple Pay, Apple Card, Apple Music, Apple TV+, Apple Arcade, dan iCloud+. Pada 2011, portofolio layanan Apple masih terbatas pada AppleCare, iTunes, dan App Store.

Produk Ikonik dan Kebijakan Pengembalian Modal

Era Cook melahirkan lini produk yang sebelumnya tidak ada: Apple Watch, AirPods, chip Apple silicon, Vision Pro, HomePod, hingga iPhone X yang mendefinisikan ulang desain smartphone modern. Cook juga memulai kebijakan dividen kuartalan pada 2012 dan program pembelian kembali saham yang telah mengembalikan lebih dari USD 1 triliun kepada pemegang saham.

John Ternus: Penerus yang Sudah 25 Tahun di Apple

Ternus bergabung dengan Apple pada 2001 sebagai anggota tim desain produk. Kariernya menanjak saat menjadi vice president hardware engineering pada 2013 dengan fokus pada AirPods, Mac, dan iPad. Tanggung jawabnya meluas ke lini iPhone pada 2020, dan setahun kemudian diangkat menjadi senior vice president hardware engineering.

"Transisi berjalan mulus dan saya sangat antusias melihat John melangkah ke peran barunya. Tidak ada orang yang lebih tepat memimpin perusahaan ini," ujar Cook dalam panggilan earnings kemarin. Ternus resmi menjabat CEO pada 1 September, sebelum pengumuman model iPhone terbaru.

Cook menegaskan komitmennya tetap berada di Apple dalam kapasitas baru. "Saya sehat, energi saya tinggi, dan saya berencana berada di peran ini untuk waktu yang lama. Apple akan selalu menjadi prioritas utama saya," katanya. Ia akan fokus pada hubungan dengan pembuat kebijakan dan membantu perusahaan menghadapi tekanan regulasi yang semakin kompleks.

Follow kabargorontalo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: macrumors.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks