Persaingan antara iOS dan Android sudah berlangsung sejak 2008, ketika HTC Dream (G1) menjadi ponsel Android pertama. Namun, dalam perang fitur ini, Apple kerap dianggap sebagai pihak yang terlambat mengadopsi — padahal sejumlah teknologi yang sekarang identik dengan Android justru lahir lebih dulu di iPhone.
Face ID, Bukan Sekadar Pindai Wajah Biasa
Face ID pada iPhone X (2017) menggunakan sensor infra merah dan proyektor titik untuk memetakan wajah secara tiga dimensi. Teknologi ini baru hadir di Android secara massal pada 2019 lewat seri-seri flagship, itupun mayoritas hanya menggunakan kamera depan 2D yang kurang aman.
Walau Android sudah punya fitur face unlock sejak 2012 lewat Ice Cream Sandwich, metodenya hanya mengandalkan kamera — sangat mudah ditipu foto. Apple membawa standar keamanan yang sama sekali berbeda.
NFC untuk Pembayaran: Apple Pay Lebih Dulu Satu Tahun
Apple Pay diluncurkan pada Oktober 2014, sementara Google Wallet (kini Google Pay) baru mendukung NFC secara native di Android pada 2015. Meski Android sudah memiliki chip NFC sejak 2010, Google butuh waktu untuk menghadirkan sistem pembayaran yang terintegrasi.
Di Indonesia, adopsi NFC untuk pembayaran baru meluas pada 2019-2020, jauh setelah Apple dan Google mempopulerkannya secara global.
AirDrop: Cikal Bakal “Nearby Share” Android
AirDrop hadir di iPhone pada 2013. Fitur berbagi file peer-to-peer ini baru diadopsi Android secara resmi pada 2020 dengan nama Nearby Share. Google memang sudah punya Android Beam (2011) yang menggunakan NFC, tapi prosesnya lambat dan rumit — harus menempelkan dua ponsel.
Nearby Share akhirnya menjadi jawaban Android atas kemudahan AirDrop, walau telat tujuh tahun.
App Store dan Ekosistem Aplikasi Terpadu
App Store Apple dirilis pada Juli 2008, tiga bulan sebelum Android Market (kini Google Play Store) hadir pada Oktober 2008. Namun, Android Market baru benar-benar matang secara ekosistem pada 2012, ketika Google mulai mengetatkan kontrol kualitas aplikasi.
Apple justru menjadi pionir dalam model distribusi aplikasi mobile yang kini diikuti semua platform.
Fitur yang Saling Meminjam: Sebuah Siklus Alami
Dari 12 fitur yang diidentifikasi, Apple unggul dalam hal inovasi hardware (Face ID, NFC untuk pembayaran, App Store), sementara Android lebih cepat dalam adopsi fitur software seperti widget layar kunci dan multi-window.
Yang menarik, beberapa fitur seperti always-on display dan mode gelap justru lebih dulu hadir di Android (2016 dan 2018) sebelum akhirnya diadopsi Apple pada 2020 dan 2021. Persaingan ini, pada akhirnya, hanya menguntungkan pengguna — kedua platform terus saling mendorong batas inovasi.