Pencarian

Selisih Harga Pertamax dan Pertalite Melebar, Pengamat Peringatkan Lonjakan Beban Subsidi APBN

Selasa, 16 Juni 2026 • 21:13:31 WIB
Selisih Harga Pertamax dan Pertalite Melebar, Pengamat Peringatkan Lonjakan Beban Subsidi APBN
Selisih harga Pertamax dan Pertalite semakin melebar, memicu pergeseran konsumsi BBM.
PKS Mulyanto memperingatkan dampak ini bisa membengkakkan anggaran subsidi energi dan menekan APBN. Pemerintah diminta segera mengantisipasi dengan pengawasan distribusi yang lebih ketat. ISI:

GORONTALO — Kenaikan harga BBM non-subsidi yang diterapkan Pertamina dalam beberapa hari terakhir memicu kekhawatiran baru. Efek domino dari kebijakan ini dinilai bisa menggerus efektivitas anggaran negara. Politisi PKS Mulyanto menyoroti potensi pergeseran konsumsi masyarakat dari Pertamax ke Pertalite sebagai dampak langsung yang harus diantisipasi.

Lebar Celah Harga Picu Migrasi Konsumen ke BBM Subsidi

Menurut Mulyanto, melebarnya selisih harga antara BBM non-subsidi dan subsidi menciptakan insentif ekonomi yang kuat bagi pemilik kendaraan. "Ketika selisih harga antara Pertamax dan Pertalite semakin besar, kecenderungan masyarakat untuk beralih ke BBM subsidi juga meningkat," ujarnya dalam pernyataan resmi.

Fenomena ini bukan sekadar asumsi. Dalam beberapa tahun terakhir, setiap kali terjadi penyesuaian harga BBM non-subsidi, volume konsumsi Pertalite tercatat melonjak. Jika perpindahan terjadi secara masif, konsumsi BBM subsidi akan melonjak dan berpotensi menambah tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang saat ini menghadapi berbagai tantangan fiskal.

Bagikan
Sumber: listrikindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks