GORONTALO — Biji teratai yang selama ini tumbuh tanpa banyak dilirik warga Desa Teratai kini masuk dapur olahan mahasiswa. Tim KKN Tematik II Universitas Negeri Gorontalo mengubah bahan pangan lokal itu menjadi es krim, produk yang lebih akrab di lidah masyarakat setempat.
Pengolahan biji teratai menjadi es krim untuk pertama kalinya diperkenalkan di desa tersebut. Sosialisasi berlangsung di Aula Kantor Desa Teratai dan menyasar kelompok yang paling dekat dengan urusan gizi keluarga, mulai dari Tim Penggerak PKK hingga kader Posyandu.
Biji teratai dinilai punya potensi dikembangkan menjadi produk pangan dengan bentuk penyajian yang lebih mudah diterima warga. Selama ini pemanfaatan sumber daya pangan lokal di Desa Teratai belum banyak digarap.
Mahasiswa KKN melihat celah itu sebagai peluang. Bahan yang tumbuh di lingkungan sekitar bisa diolah menjadi inovasi kreatif yang bernilai tambah dan berpotensi menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Es krim dipilih bukan tanpa alasan. Produk olahan susu beku itu lebih akrab bagi warga dibanding penyajian biji teratai dalam bentuk aslinya, sehingga lebih mudah diterima sebagai alternatif pangan keluarga.
Kegiatan bertema "Penguatan Pangan Keluarga dan Pencegahan Stunting" itu melibatkan Tim Penggerak PKK, Posyandu, Puskesmas, kader kesehatan, pemerintah desa, serta masyarakat setempat. Selain memperkenalkan alternatif pengolahan bahan pangan lokal, forum tersebut menjadi ruang edukasi bagi warga untuk lebih mengenali potensi pangan di lingkungan sekitar.
Kehadiran Puskesmas dan kader kesehatan memberi bobot tersendiri. Isu pangan keluarga dan stunting dibahas bukan sekadar sebagai wacana, tetapi dikaitkan langsung dengan bahan yang tersedia di halaman dan pekarangan warga.
Pemerintah Desa Teratai memfasilitasi kegiatan tersebut di aula kantor desa. Pelibatan pemerintah desa bersama Tim Penggerak PKK menunjukkan inovasi ini menyasar struktur masyarakat yang sehari-hari menangani urusan gizi keluarga.
Inisiatif mahasiswa KKN ini diharapkan membuka cara pandang baru terhadap pemanfaatan sumber daya pangan lokal. Biji teratai yang sebelumnya belum banyak dikembangkan kini punya jalur olahan yang bisa ditiru warga.
Jika diteruskan, pengolahan biji teratai menjadi es krim berpotensi menjadi produk bernilai tambah. Warga Desa Teratai bisa memanfaatkan bahan yang tumbuh di lingkungan sendiri tanpa harus mendatangkan bahan baku dari luar.
Langkah lanjutnya ada di tangan warga dan pemerintah desa. Kader Posyandu serta Tim Penggerak PKK yang terlibat dalam sosialisasi menjadi pihak paling mungkin meneruskan olahan ini ke tingkat rumah tangga.