GORONTALO — Dinsosdukcapil Provinsi Gorontalo mengerahkan enam personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) untuk menyalurkan air bersih ke wilayah terdampak kekeringan. Proses distribusi berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 20.00 Wita menggunakan satu unit truk tangki air berkapasitas 5.000 liter dan satu unit truk bak tong hydrant berkapasitas 4.100 liter.
Sumber air bersih berasal dari PDAM Tanggilingo/Kabila. Total 31.400 liter air didistribusikan ke Desa Molintogupo, Libungo, dan Pancuran di Kecamatan Suwawa Selatan.
Bantuan air bersih menjangkau 91 kepala keluarga atau setara 290 jiwa. Kepala Dinas Sosial, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Gorontalo Reflin Buata menyatakan distribusi menyasar desa-desa yang mengalami kekeringan.
"Distribusi dilakukan oleh enam personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) Provinsi Gorontalo menggunakan satu unit truk tangki air berkapasitas 5.000 liter dan satu unit truk bak tong hydrant berkapasitas 4.100 liter. Sumber air bersih berasal dari PDAM Tanggilingo/Kabila," kata Reflin Buata.
Laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalop) Tagana Provinsi Gorontalo mencatat kegiatan distribusi berjalan aman, lancar, kondusif, dan terkendali tanpa kendala berarti. Namun laporan yang sama menyebut jumlah masyarakat terdampak kekeringan mulai bertambah.
Volume tong penampungan air di rumah-rumah warga juga mengalami peningkatan. Kondisi itu menunjukkan kebutuhan air bersih masyarakat masih menjadi perhatian dalam penanganan dampak kekeringan di wilayah tersebut.
Reflin terus memantau dan mengevaluasi setiap perkembangan yang ditemui petugas dan personel Tagana di lapangan. Ia telah membentuk dua tim regu yang bertugas melakukan pendistribusian air bersih.
Tim regu 1 melayani wilayah Suwawa Selatan, sementara tim regu 2 menyasar wilayah Kabila dan Kecamatan Botupingge, Kabupaten Bone Bolango. Dinsosdukcapil Provinsi Gorontalo melalui personel Tagana terus menyalurkan air bersih sebagai bentuk pelayanan dan respons terhadap kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana.