Menteri Lingkungan Hidup Apresiasi Konferensi Sungai Indonesia 2026 di Mojokerto: Peradaban Berawal dari Sungai

Penulis: Gilang Permana  •  Senin, 27 Juli 2026 | 20:28:31 WIB
Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menutup Konferensi Sungai Indonesia 2026 di Mojokerto, Senin (10/2/2025).

MOJOKERTO — Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menilai gerakan memuliakan sungai yang lahir dari inisiatif warga merupakan fondasi peradaban masa depan. Ia menyebut kegiatan yang muncul dari bawah ini telah berlangsung bertahun-tahun dan kini menjadi gerakan nasional.

"Jadi pemerintah, KLH sangat-sangat menghargai kegiatan ini. Kegiatan yang memang muncul dari bawah, yang mereka sudah bertahun-tahun bahkan puluhan tahun membentuk komunitas di daerahnya masing-masing untuk memuliakan sungai," kata Jumhur Hidayat usai menutup kegiatan di Mojokerto, Senin.

Pesan Menteri: Jangan Membelakangi Sungai

Dalam pidato penutupnya, Menteri LH menyampaikan pesan mendalam kepada seluruh peserta konferensi. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak lagi memunggungi sungai, melainkan menjadikannya sebagai bagian depan kehidupan yang indah dan produktif.

"Jangan kita membelakangi sungai. Itu pesannya dalam pertemuan ini. Jangan kita membelakangi sungai, tapi kita justru harus menjadikan sungai di hadapan kita, menjadi sungai indah," ujar Jumhur Hidayat.

Ia mengaku terharu dengan semangat komunitas yang hadir dari berbagai daerah. "Saya diundang, sehingga saya bisa bertukar pikiran terkait dengan usulan mereka ini," tambahnya.

Sekda Jatim: Lebih dari 100 Sungai Butuh Perhatian Bersama

Sekretaris Daerah Jawa Timur Adhy Karyono menyambut baik penyelenggaraan konferensi di wilayahnya. Ia menyebut pemilihan lokasi di Sumber Gempong tidak hanya menyajikan kelestarian alam, tetapi juga berdampak positif pada ekonomi masyarakat setempat.

"Silahkan menikmati kelestarian alam dan juga tempat yang indah dan lestari ini. Pemilihan lokasi ini luar biasa, karena juga berdampak pada perekonomian di wilayah setempat," ujar Adhy Karyono.

Pihaknya mengakui bahwa lebih dari 100 sungai yang mengalir di Jawa Timur memiliki persoalan kelestarian yang hampir serupa. Karena itu, dukungan terhadap kebijakan kementerian dan komunitas menjadi kunci.

Penanaman Pohon di Sumber Gempong

Setelah penutupan konferensi, Menteri LH bersama Sekda Jatim dan sejumlah pemangku kepentingan melakukan penanaman pohon di kawasan Sumber Gempong. Aksi ini menjadi simbol komitmen nyata dalam merawat daerah aliran sungai (DAS).

Konferensi Sungai Indonesia 2026 diharapkan menjadi momentum untuk mengembalikan peradaban sungai sebagai pusat kehidupan. "Peradaban sungai tersebut bisa menjadi peradaban yang dimulai lagi," harap Jumhur Hidayat.

Reporter: Gilang Permana
Sumber: gorontalo.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top