Harga Cabai dan Bawang di Gorontalo Mulai Turun, TPID Turun ke Pastikan Stok Aman Usai PENAS

Penulis: Gilang Permana  •  Selasa, 14 Juli 2026 | 19:30:31 WIB
TPID memantau langsung harga pangan di Pasar Sentral Kota Gorontalo, Selasa (14/7/2026).Harga cabai dan bawang di Gorontalo mulai turun setelah TPID memastikan stok aman pascapelaksanaan PENAS.Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Sofian Ibrahim memimpin p

GORONTALO — Pemerintah Provinsi Gorontalo mencatat adanya perbaikan harga pada sejumlah komoditas pangan yang sebelumnya menjadi penyumbang inflasi. Kondisi ini terpantau setelah Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melakukan inspeksi langsung ke Pasar Sentral Kota Gorontalo dan beberapa pasar di Kabupaten Gorontalo, Selasa (14/7/2026).

Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Sofian Ibrahim yang memimpin langsung pemantauan tersebut menyebutkan, harga sejumlah bahan pokok mulai bergerak turun dibandingkan posisi satu hingga dua pekan lalu. Komoditas yang dipantau meliputi beras, minyak goreng, ikan, daging sapi, cabai, tomat, serta bawang merah dan putih.

"Alhamdulillah perkembangan harga sudah mulai membaik dibandingkan minggu lalu maupun dua minggu yang lalu. Mudah-mudahan kondisi ini terus terjaga sehingga komoditas yang selama ini menjadi penyumbang inflasi dapat kembali stabil," ujar Sofian saat meninjau Pasar Sentral.

Pasokan Cabai Bakal Bertambah dari Daerah Sentra Panen

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, Ciptoning Suryo Condro, menambahkan bahwa tekanan harga diperkirakan akan terus mereda dalam waktu dekat. Sejumlah daerah sentra produksi cabai mulai memasuki masa panen, sehingga pasokan di pasar akan bertambah.

"Berdasarkan informasi, beberapa daerah sudah mulai panen. Harapannya, hasil panen itu dapat menambah pasokan cabai di pasar," kata Ciptoning.

Untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan, pemerintah juga memperkuat jalur distribusi bawang merah, bawang putih, dan cabai. Sebagian pasokan cabai, misalnya, didatangkan dari Palu untuk menutupi kebutuhan yang sempat melonjak.

Inflasi Bulanan Tercatat 2,11 Persen, BI Awasi Angka Tahunan

Ciptoning menjelaskan, inflasi bulan ke bulan (month-to-month/mtm) Gorontalo saat ini tercatat sebesar 2,11 persen. Meski demikian, Bank Indonesia lebih fokus pada angka inflasi tahunan (year-on-year/yoy) yang menjadi acuan sasaran inflasi nasional.

"Yang penting sekarang bagaimana menjaga pasokan dan distribusi tetap lancar agar tekanan harga tidak kembali meningkat. Karena itu diperlukan langkah-langkah antisipatif agar inflasi tetap terkendali," tandasnya.

Kenaikan Harga Sebelumnya Dipicu Permintaan Saat PENAS

Pemerintah daerah menduga lonjakan harga beberapa waktu lalu dipengaruhi oleh meningkatnya konsumsi pangan selama pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) di Gorontalo. Kegiatan berskala nasional itu menyerap cukup banyak bahan makanan dalam waktu singkat.

"Kemarin ada dugaan kenaikan harga dipengaruhi adanya kegiatan nasional yang menyerap cukup banyak bahan makanan. Harapannya setelah kegiatan selesai dan langkah antisipatif pemerintah terus dilakukan, harga-harga mulai turun kembali," ujar Ciptoning.

Selain memantau harga, TPID juga memastikan stok pangan di Gorontalo masih dalam kondisi aman. Berdasarkan laporan Dinas Ketahanan Pangan, ketersediaan sejumlah komoditas utama masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga beberapa pekan ke depan. Pemerintah berharap tren penurunan harga ini berlanjut sehingga inflasi pada Juli 2026 dapat ditekan lebih rendah lagi.

Reporter: Gilang Permana
Sumber: mimoza.tv This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top