Kuba Alami Pemadaman Listrik Total Keempat Sepanjang 2026, Embargo Minyak AS Dinilai Jadi Biang Kerok

Penulis: Haris Maulana  •  Sabtu, 11 Juli 2026 | 18:14:34 WIB
Jaringan listrik nasional Kuba kembali mengalami pemadaman total untuk keempat kalinya sepanjang 2026.

BUENOS AIRES — Jaringan listrik nasional Kuba kembali lumpuh total, menjadikannya pemadaman berskala nasional keempat yang melanda negara itu sepanjang tahun 2026. Perusahaan listrik negara, Union Electrica de Cuba (UNE), mengumumkan kondisi darurat tersebut melalui akun resmi di platform X.

"Pemadaman total jaringan listrik nasional," demikian bunyi pernyataan UNE. Pengumuman itu dirilis hanya beberapa hari setelah Kuba mengalami pemadaman serupa pada 6 Juli lalu.

Embargo Minyak AS Makin Memperparah Krisis

Pemerintah Kuba menyatakan bahwa tekanan eksternal menjadi faktor utama di balik krisis energi yang kian akut. Pada akhir Januari 2026, Amerika Serikat memberlakukan embargo minyak terhadap Kuba dan mengancam akan mengenakan tarif atas impor dari negara-negara yang masih memasok minyak ke pulau tersebut.

Pemerintah Kuba menilai langkah Washington itu sebagai bentuk pencekikan ekonomi yang sengaja diperkeras. "AS menggunakan embargo energi untuk mencekik perekonomian negara itu dan memperburuk kondisi kehidupan warganya," demikian pernyataan resmi pemerintah Kuba.

Produksi dan Distribusi Energi dalam Kondisi Tidak Stabil

Krisis kali ini mempertegas rapuhnya sistem kelistrikan Kuba. Produksi dan distribusi energi di negara kepulauan Karibia tersebut masih berada dalam kondisi yang tidak stabil, membuat pemadaman bergilir maupun total menjadi pemandangan yang kian sering terjadi.

Sebelum pemadaman pada Juli 2026, Kementerian Energi dan Pertambangan Kuba melaporkan bahwa jaringan energi pulau tersebut kolaps pada 6 Juli. Pemadaman total yang terjadi kini menjadi yang keempat kalinya sejak awal tahun.

Warga Kuba Kembali Menanggung Beban Berat

Pemadaman listrik berskala nasional berdampak langsung pada hampir seluruh aktivitas warga, mulai dari layanan kesehatan, pasokan air bersih, hingga komunikasi. Belum ada laporan resmi mengenai durasi pemadaman terbaru ini, namun krisis berulang menunjukkan bahwa perbaikan sistem kelistrikan masih jauh dari kata tuntas.

Pekan lalu, pemadaman serupa memicu protes di sejumlah kota karena warga kesulitan mendapatkan air dan makanan akibat lemari pendingin tidak berfungsi. Situasi serupa dikhawatirkan terulang kembali.

Reporter: Haris Maulana
Sumber: gorontalo.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top