GORONTALO UTARA — Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu langsung turun tangan memboyong BPBD, Dinas Sosial, dan organisasi perangkat daerah lainnya ke lokasi banjir bandang di Kecamatan Biau. Langkah ini diambil untuk mempercepat penanganan kedaruratan pasca Sungai Didingga meluap akibat hujan berintensitas tinggi.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Selasa, menegaskan bahwa pendirian dapur umum menjadi prioritas utama dalam fase penanganan. "BPBD Kabupaten Gorontalo Utara bersama TNI, Polri, Tagana, relawan, dan aparat terkait, melakukan penanganan pascabanjir, mendirikan dapur umum, serta mendistribusikan logistik makanan bagi warga terdampak," kata dia.
Banjir bandang ini menyasar lima desa di Kecamatan Biau: Desa Biau, Bualo, Omuto, Didingga, dan Luhuto. Total warga terdampak mencapai 2.817 jiwa. Dampak fisiknya sangat signifikan — tiga rumah warga dilaporkan hanyut, 20 rumah mengalami rusak berat, dan 826 rumah lainnya terendam banjir.
Genangan air mencapai ketinggian 40 hingga 200 sentimeter di titik-titik terendah. Kondisi ini memaksa ratusan keluarga mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Nomor 116/V/2026. Status ini berlaku aktif selama 30 hari, mulai 26 Mei hingga 24 Juni 2026.
Penetapan status ini menjadi dasar hukum bagi mobilisasi sumber daya, logistik, dan personel dalam penanganan darurat. BPBD bersama TNI, Polri, Tagana, dan relawan terus melakukan pendataan dan distribusi bantuan ke lokasi pengungsian.
Pembaruan kondisi terkini per Senin (1/6) menunjukkan bahwa genangan banjir di seluruh titik area terdampak telah surut sepenuhnya. Namun, warga masih bergulat dengan tumpukan material kayu dan endapan lumpur tebal yang menyelimuti lingkungan permukiman.
Proses pembersihan masih berlangsung dengan melibatkan alat berat dan gotong royong warga. Pemerintah daerah memastikan logistik makanan siap saji dari dapur umum terus didistribusikan secara berkala hingga masa tanggap darurat berakhir.
Pemerintah daerah berencana melakukan asesmen kerusakan rumah untuk menentukan skema bantuan perbaikan. Sementara itu, warga yang rumahnya hanyut atau rusak berat akan diprioritaskan untuk mendapatkan hunian sementara. BPBD mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat curah hujan masih tinggi di wilayah Gorontalo Utara.