GORONTALO — Pemerintah Provinsi Gorontalo memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat untuk mempercepat Proyek Strategis Nasional di wilayahnya. Sinergi itu dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Wamen ATR/BPN Ossy Dermawan dan dihadiri Gubernur Gorontalo Gusnar beserta Asisten 2 dan 3 Setda Provinsi Gorontalo serta Kepala Badan Penghubung.
Fokus utama rapat adalah penataan kembali lahan PSN di Desa Tolongio, Kabupaten Gorontalo Utara. Proses pencanangan lahan tersebut telah berlangsung cukup lama dan kini menjadi prioritas penyelesaian bersama.
Target Sertifikasi Rampung Pekan Pertama Desember 2026
Ossy Dermawan memerintahkan Kepala Kantor Wilayah ATR/BPN Provinsi Gorontalo yang turut hadir dalam rapat untuk segera menuntaskan seluruh tahapan pekerjaan secara terukur. Penyelesaian wajib berpedoman pada linimasa kerja yang telah ditetapkan.
Sertifikasi lahan eks HGU di Tolongio harus rampung selambat-lambatnya pada pekan pertama bulan Desember 2026. Tenggat itu menjadi patokan bersama bagi pemerintah provinsi dan kementerian dalam menyelesaikan legalitas pertanahan kawasan PSN.
Bendungan Bolango Ulu Capai 98 Persen, Lahan Eks Transmigrasi Diminta Dipercepat
Selain eks HGU Tolongio, Gubernur Gusnar melaporkan perkembangan proyek infrastruktur strategis lainnya. Pekerjaan fisik Bendungan Bolango Ulu saat ini telah menyentuh angka 98 persen.
Untuk menyempurnakan tahap akhir proyek vital tersebut, Gubernur meminta dukungan percepatan pembebasan lahan. Kebutuhan lahan itu khususnya mencakup area yang bersumber dari lahan eks transmigrasi.
Kolaborasi antara Pemprov Gorontalo dan Kementerian ATR/BPN diharapkan menuntaskan seluruh target pembangunan infrastruktur serta legalitas pertanahan. Manfaat Bendungan Bolango Ulu diharapkan segera dirasakan masyarakat, seiring kemajuan ekonomi daerah yang berkelanjutan.