Pencarian

Petani Bone Bolango Kembali Garap Sawah di Tengah Kemarau, Sebagian Lahan Tertunda Dua Bulan

Selasa, 20 Oktober 2026 • 15:16:01 WIB
Petani Bone Bolango Kembali Garap Sawah di Tengah Kemarau, Sebagian Lahan Tertunda Dua Bulan
Petani di Kabupaten Bone Bolango mulai mengolah lahan sawah di tengah kemarau panjang.

BONE BOLANGO — Sejumlah petani di Kabupaten Bone Bolango sudah turun ke sawah, membajak dan meratakan lahan di tengah kemarau yang berlangsung cukup lama di Gorontalo. Salah satunya Om Hamu, petani Desa Bube, Kecamatan Suwawa, yang menyebut aktivitas di sawahnya baru dimulai sekitar seminggu terakhir.

"Sudah mulai masuk tanam disini. Saya punya itu dari tanggal 12 kemarin ada hambur (bibit padi/menyemai)," ujar Om Hamu kepada Dulohupa, Selasa (20/10/2026).

Musim Tanam Tertunda Dua Bulan dari Biasanya

Menurut Om Hamu, jadwal olah lahan kali ini mundur dibanding musim-musim sebelumnya. Biasanya, begitu panen selesai, petani langsung kembali menggarap sawah.

"Sudah ada dua bulan ini (kembali mengolah sawah). Biasanya kan habis panen, langsung ba olah kembali, tapi ini tertunda," ucapnya.

Ada dua penyebab yang ia sebut. Pertama, pembangunan irigasi di kawasan itu membuat air ditutup sepenuhnya. Kedua, kemarau berkepanjangan yang membuat hujan tak turun.

"Ini karena kemarin ada pembangunan irigasi disini, jadi air di tutup sepenuhnya. Baru juga ini kemarau, tidak ada hujan begini," jelasnya.

Air Irigasi Sudah Mengalir, tapi Baru Menjangkau Lahan Terdekat

Pasokan air kini kembali tersedia dan mengalir ke sawah. Om Hamu bersama petani lain memanfaatkannya untuk mengolah lahan lagi.

"Alhamdulillah air sudah ada, jadi bisa mengairi ke sawah. Ini kami kembali mengolah lagi," lanjut Om Hamu.

Meski begitu, ia menyoroti kondisi petani di lokasi lain. Lahan yang sudah bisa digarap mayoritas berada dekat jaringan irigasi, sehingga air cepat masuk.

"Ini juga karena (ladangnya) pas didekat irigasi. Jadi lahan-lahan disekitar Bune, Dutohe, Bube Baru sudah bisa ba olah. Tapi kalau yang lain kasihan, air susah bisa masuk. Apalagi belum hujan-hujan begini kan," tambah Om Hamu.

Harapan Petani: Hujan Turun dan Irigasi Selesai

Om Hamu berharap kemarau segera berakhir agar petani lain bisa menyusul mengolah sawah. Ia juga meminta pembangunan irigasi yang sedang berjalan cepat rampung.

"Semoga ini kemarau somo selesai, supaya mulai hujan. Baru juga mudah-mudahan irigasi-irigasi yang sedang dibangun cepat selesai, supaya petani lain bisa cepat olah sawah," sambungnya.

Pemkab Diminta Antisipasi Sejak Dini

Ancaman kekeringan yang berpotensi mengganggu pasokan air sawah mendorong Komisi Irigasi Kabupaten Bone Bolango memperkuat koordinasi lintas sektor. Langkah itu diambil untuk menjaga produktivitas padi dan keberlangsungan usaha tani di tengah perubahan kondisi iklim.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bone Bolango, Roswaty Agus, menegaskan pentingnya antisipasi sejak dini agar keterbatasan air tidak semakin mengganggu aktivitas pertanian. Pengelolaan air, menurutnya, harus terencana dengan memperhatikan kebutuhan lahan dan kondisi jaringan irigasi yang tersedia.

"Ketersediaan air menjadi faktor penting bagi keberlangsungan usaha tani dan produktivitas padi. Karena itu, pemanfaatannya perlu diatur secara terencana agar pasokan yang terbatas dapat dimanfaatkan secara efektif," tegas Roswaty.

Follow kabargorontalo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: dulohupa.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks