Pencarian

Polda Gorontalo Gelar Resepsi Hari Santri 2026 di Aula Tinepo, 150 Peserta dari NU dan Pesantren Hadir

Selasa, 20 Oktober 2026 • 10:17:01 WIB
Polda Gorontalo Gelar Resepsi Hari Santri 2026 di Aula Tinepo, 150 Peserta dari NU dan Pesantren Hadir
Kapolda Gorontalo Irjen Pol Nurworo Danang dan Ketua PWNU Gorontalo Ibrahim T. Sore membahas rencana resepsi Hari Santri Nasional 2026 di Mapolda Gorontalo.

GORONTALO — Rencana pelaksanaan resepsi Hari Santri Nasional 2026 dibahas langsung oleh Ketua PWNU Gorontalo Ibrahim T. Sore bersama Kapolda Gorontalo Irjen Pol Nurworo Danang di Mapolda Gorontalo. Pertemuan keduanya memperkuat komitmen untuk membangun sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Polda Gorontalo menegaskan bahwa institusi kepolisian tidak hanya berperan menjaga keamanan, tetapi juga membuka ruang kolaborasi bagi kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan. Lewat penyelenggaraan resepsi di lingkungan kepolisian, kemitraan antara Polri dan warga Gorontalo diharapkan semakin kokoh.

Kapolda: Polisi Lahir dan Tumbuh dari Masyarakat

Kapolda Gorontalo menyambut positif rencana pelaksanaan resepsi Hari Santri di lingkungan Polda. Menurutnya, kedekatan antara kepolisian dan masyarakat harus dibangun melalui kehadiran nyata, kepedulian terhadap persoalan sosial, serta hubungan yang dilandasi kepercayaan.

"Polisi lahir dan tumbuh dari masyarakat. Setelah dia menjadi polisi, dia juga bersama masyarakat," ujar Nurworo Danang.

Pernyataan itu menegaskan posisi kepolisian sebagai bagian dari masyarakat, bukan institusi yang berdiri terpisah. Resepsi Hari Santri di Mapolda menjadi wujud nyata dari pendekatan tersebut.

PWNU Gorontalo Sebut Mapolda Momentum Strategis

Ketua PWNU Gorontalo Ibrahim T. Sore menilai pelaksanaan Hari Santri di Mapolda Gorontalo menjadi momentum strategis untuk mempererat hubungan ulama, santri, pesantren, dan kepolisian. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat nilai kebangsaan sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif.

Menurut Ibrahim, kolaborasi ulama dan kepolisian bukan hal baru di Gorontalo. Namun penyelenggaraan resepsi Hari Santri di lingkungan kepolisian memberi ruang lebih luas bagi pesantren dan santri untuk terlibat langsung dalam agenda kebangsaan.

150 Peserta, dari Ulama hingga Jajaran Kepolisian

Resepsi HSN 2026 di Aula Tinepo direncanakan dihadiri sekitar 150 peserta. Unsur yang terlibat mencakup Nahdlatul Ulama, pesantren, santri, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, serta jajaran kepolisian.

Momentum ini juga menjadi pengingat pentingnya merawat tradisi keagamaan yang selaras dengan semangat kebangsaan dan persatuan. Tema "Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri" dipilih untuk menegaskan pesan tersebut.

Sinergi PBNU dan Polri di Tingkat Pusat

Penguatan kemitraan di Gorontalo sejalan dengan sinergi PBNU dan Polri di tingkat pusat. Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebelumnya bersilaturahmi dengan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar di Surabaya serta Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin di Pesantren Tebuireng, Jombang, pada 17 Oktober 2026.

Rangkaian pertemuan itu menjadi landasan bagi daerah untuk menerjemahkan kerja sama serupa dalam agenda keagamaan dan kemasyarakatan. Polda Gorontalo dan PWNU Gorontalo pun menyiapkan resepsi sebagai tindak lanjut di tingkat provinsi.

Melalui resepsi Hari Santri Nasional 2026, Polda Gorontalo dan PWNU Gorontalo diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antara ulama dan kepolisian. Kemitraan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga kerukunan, memperkokoh persatuan, serta mewujudkan Gorontalo yang aman, damai, dan berkeadaban.

Follow kabargorontalo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: otanaha.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks