GORONTALO — Wakil Kepala Sekolah SMAN 1 Pinogu, Nian Didipu, menyampaikan langsung permintaan itu di hadapan Gubernur Gusnar Ismail. Ia membandingkan kondisi guru SMA dengan guru SD dan SMP di wilayah terpencil yang sudah menerima bantuan transportasi dari pemerintah kabupaten.
"Teman-teman daerah terpencil dari kabupaten, SD, SMP itu dapat transportasi untuk guru-guru. Apakah bisa kami dari SMA yang khususnya di Pinogu mendapatkan hal itu?" kata Nian saat berdiskusi bersama Gubernur Gusnar.
Perjalanan menuju Pinogu menempuh jalur darat yang berat. Ojek dari Tulabolo ke Pinogu dan kembali lagi menghabiskan biaya sekitar Rp800 ribu sampai Rp1 juta untuk setiap orang.
Mengapa Guru SMA di Pinogu Belum Dapat Tunjangan Transportasi?
Perbedaan kewenangan menjadi inti persoalan. Guru SD dan SMP berada di bawah pemerintah kabupaten, sementara guru SMA merupakan kewenangan pemerintah provinsi.
Skema tunjangan yang sudah berjalan di tingkat kabupaten belum tentu bisa langsung disalin ke provinsi. Gubernur Gusnar menegaskan perlunya memastikan dasar regulasi sebelum kebijakan diambil.
"Insyaallah, insyaallah. Sambil diingatkan terus ke kepala dinasnya. Kalau gubernur lupa berarti kepala dinas yang lupa. Kalau saya setuju sekarang, cuma jangan sampai lupa karena kita harus masukkan lagi di aturan. Ya kan? Biar kita tidak salah," ujar Gusnar.
Air Bersih hingga Internet, Kebutuhan Lain yang Disampaikan
Aspirasi guru SMAN 1 Pinogu tidak berhenti pada transportasi. Mereka juga menyampaikan kebutuhan air bersih, fasilitas komputer, dan akses internet di sekolah.
Keterbatasan fasilitas berdampak langsung pada kegiatan akademik siswa. Untuk mengikuti Tes Kompetensi Akademik (TKA), siswa SMAN 1 Pinogu masih harus menempuh perjalanan ke Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango.
Artinya, persoalan yang dihadapi sekolah ini bukan hanya soal biaya perjalanan guru, tetapi juga kesenjangan akses teknologi dan infrastruktur dasar.
Seberapa Berat Perjalanan Menuju Pinogu?
Pinogu dikenal sebagai salah satu kecamatan paling terisolir di Bone Bolango. Jalur menuju kawasan ini belum sepenuhnya mulus, sehingga ojek menjadi pilihan transportasi utama warga dan guru.
Biaya Rp800 ribu hingga Rp1 juta per orang untuk sekali pulang-pergi menjadi beban tersendiri bagi tenaga pendidik yang harus rutin bertugas. Angka itu setara dengan sebagian besar gaji bulanan guru di daerah.
Langkah Selanjutnya dari Pemerintah Provinsi
Gubernur Gusnar meminta kepala dinas pendidikan terus mengingatkan agar usulan tunjangan tidak terhenti di ruang pertemuan. Kebijakan harus masuk dalam aturan resmi sebelum diterapkan.
Kunjungan ke Pinogu menjadi salah satu rangkaian penyerapan aspirasi di wilayah terpencil Bone Bolango. Warga berharap perhatian pemerintah tidak berhenti pada kunjungan seremonial.
Bagi para guru, kepastian tunjangan transportasi akan menentukan apakah mereka bisa bertahan mengajar di wilayah yang menuntut pengorbanan biaya dan tenaga lebih besar dibanding sekolah di perkotaan.