Pencarian

Sungai Kering Akibat El Nino, Pertamina Alihkan Distribusi BBM ke Mobil Tangki

Jumat, 11 September 2026 • 10:20:01 WIB
Sungai Kering Akibat El Nino, Pertamina Alihkan Distribusi BBM ke Mobil Tangki
Sungai yang biasa dilalui kapal pengangkut energi mengalami kekeringan akibat El Nino.

GORONTALO — Perusahaan menegaskan komitmen penyaluran BBM tetap berjalan meski menghadapi kendala cuaca ekstrem yang mengeringkan sejumlah sungai utama di Indonesia. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengungkapkan bahwa jalur sungai yang biasa dipakai kapal pengangkut energi kini tidak bisa dilalui.

"Kalau kita melihat biasanya sungai, salah satunya adalah sungai yang kemudian digunakan untuk jalur kapal mengirimkan energi, ternyata kering, mau tidak mau, maka kita harus melakukan yang namanya kontinjensi plan," ujar Roberth di Cilacap, dikutip Jumat (11/11).

Mengapa Jalur Sungai Krusial bagi Distribusi BBM

Selama ini, kapal melalui sungai menjadi salah satu tulang punggung pengiriman BBM ke wilayah-wilayah yang tidak terjangkau infrastruktur darat memadai. Ketika debit air turun drastis, kapal tidak bisa berlayar. Pertamina pun tak punya pilihan selain mencari jalur alternatif.

Mobil tangki jadi opsi paling realistis. Namun bukan tanpa konsekuensi. Distribusi via darat memakan waktu lebih lama dibanding jalur sungai, terutama untuk wilayah yang jarak tempuhnya jauh dan kondisi jalannya menantang.

Dampak ke Waktu Pengiriman dan Pasokan

Roberth tidak merinci berapa tambahan waktu yang dibutuhkan atau wilayah mana saja yang paling terdampak. Yang jelas, ia memastikan pasokan tetap diupayakan sampai ke tujuan.

"BBM-nya semaksimal mungkin kami berkomitmen untuk menyampaikan," kata Roberth.

Kendala ini muncul di tengah tekanan El Nino yang membuat curah hujan menurun drastis di banyak daerah. Sungai-sungai besar yang biasanya jadi urat nadi transportasi barang dan energi kini menyusut, bahkan mengering.

Imbauan ke Masyarakat

Pertamina meminta masyarakat tidak boros BBM selama masa gangguan distribusi. Menurut Roberth, pengawasan bersama dan penggunaan BBM secara bijak jadi kunci agar pasokan tetap cukup.

"Di sinilah kemudian harapannya kita sama-sama kemudian mengawasi, yang kedua menggunakan BBM secara bijak, hemat," tandasnya.

Bagi konsumen, imbauan ini praktis: isi tangki secukupnya, hindari perjalanan yang tidak perlu, dan manfaatkan transportasi umum jika memungkinkan. Bagi pelaku usaha yang bergantung pada BBM, perhitungan ulang jadwal pengiriman mungkin diperlukan selama periode kering ini.

Pertamina belum memberi estimasi berapa lama kondisi darurat ini akan berlangsung. Yang pasti, selama sungai belum kembali normal, mobil tangki akan jadi andalan — dan waktu tempuh distribusi BBM tidak akan kembali seperti semula dalam waktu dekat.

Follow kabargorontalo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: voi.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks