GORONTALO — Klub asal London Utara itu resmi mengamankan Mateus Fernandes dari West Ham United dengan nilai £85 juta, memecahkan rekor transfer klub yang baru saja dibuat sehari sebelumnya. Fernandes, gelandang berusia 21 tahun, menjadi pembelian termahal Spurs setelah mereka sebelumnya mendatangkan Jan Paul van Hecke dari Brighton seharga £52 juta.
Tak berhenti di situ, Tottenham juga mencapai kesepakatan dengan Newcastle United untuk Sandro Tonali. Gelandang asal Italia itu dibanderol hingga £100 juta, menjadikannya target utama yang sebelumnya diincar Arsenal. The Gunners mundur karena banderol yang dianggap terlalu mahal, sementara Manchester United juga kalah cepat dalam perburuan Fernandes.
Perombakan Total di Belakang Layar
Strategi agresif ini bukan sekadar iseng. Pada September lalu, Daniel Levy mengakhiri masa jabatannya sebagai chairman eksekutif setelah hampir 25 tahun. Posisinya digantikan Peter Charrington yang langsung menegaskan perlunya perubahan besar.
"Kami menyadari bahwa sesuatu yang seismik harus berubah. Yang telah dimulai ini nyata, dan menandai perpisahan sejati dari masa sebelumnya," tulis Charrington dalam surat terbuka kepada suporter pada Mei lalu.
Setoran Tunai Enic dan Model Baru Belanja
Enic, grup investasi yang menguasai 86,58 persen saham klub, menginjeksi £100 juta ke Tottenham—ini kedua kalinya dalam sepuluh bulan terakhir. Dana segar itu digunakan untuk membeli saham baru, sekaligus memberi fleksibilitas lebih besar dalam belanja pemain dan gaji.
Tottenham juga merestrukturisasi jajaran direksi. Vinai Venkatesham diangkat sebagai CEO pada April 2025, sementara Johan Lange dipromosikan menjadi co-sporting director. Namun, kepergian Fabio Paratici pada Januari lalu membuat pelatih Roberto de Zerbi mendapat kewenangan lebih besar dalam rekrutmen.
De Zerbi: "Kami Hanya Punya 11-12 Pemain yang Layak"
De Zerbi, yang diikat kontrak lima tahun pada Maret lalu, menyelamatkan Spurs dari degradasi di hari terakhir musim. Pelatih asal Italia itu langsung mendesak belanja besar-besaran.
"Kami punya 10, 11, 12 pemain yang cukup bagus untuk bertahan," ujar De Zerbi setelah mengamankan posisi klub di Premier League. Ia merekrut lima pemain musim panas ini, termasuk mantan anak asuhnya di Brighton, Jan Paul van Hecke, serta rekrutan berpengalaman seperti Andy Robertson dan Marcos Senesi.
Strategi Baru: Beli Pemain Berpengalaman, Jual Pemain Muda
Alih-alih mengandalkan pemain muda mentah, Tottenham kini memburu pemain dengan jam terbang tinggi. Robertson, 32 tahun, telah memenangi semua trofi besar bersama Liverpool dan baru saja menjadi kapten Skotlandia di Piala Dunia. Senesi, 29 tahun, membawa pengalaman empat musim di Premier League bersama Bournemouth.
Di sisi lain, Spurs mulai serius menghasilkan uang dari penjualan pemain. Brighton membayar £46 juta untuk Luka Vuskovic, bek 19 tahun yang bahkan belum pernah bermain di Premier League. Uang segar itu akan digunakan untuk belanja lanjutan, dengan potensi tambahan belanja hingga £250 juta musim panas ini.