Pencarian

Kejagung Bongkar Markup Motor Listrik MBG Rp 1 Triliun, Bentuknya Mirip Produk China

Jumat, 05 Juni 2026 • 03:16:01 WIB
Kejagung Bongkar Markup Motor Listrik MBG Rp 1 Triliun, Bentuknya Mirip Produk China
Kejagung mengungkap markup Rp 1 triliun dalam pengadaan motor listrik MBG yang bentuknya mirip produk China.

GORONTALO — Direktur Penyidikan pada Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, mengungkapkan bahwa pengadaan motor listrik sebanyak 21.801 unit itu dimasukkan dalam anggaran padahal tidak dibutuhkan. Selain motor listrik, penggelembungan harga juga ditemukan pada pengadaan 32 ribu pasang sepatu yang nilainya mencapai Rp 1 triliun. "Dalam penyusunan KAK (kerangka acuan kerja) pengadaan barang dan jasa pada BGN tidak disusun sesuai kebutuhan riil di lapangan dan adanya markup harga pengadaan," kata Syarief di Kejagung, Rabu (3/6/2026).

Motor Trail dan Skuter MBG Diduga Rebranding Produk China

Kontroversi merebak setelah bentuk motor listrik MBG diketahui sangat mirip dengan kendaraan buatan China. Motor trail listrik EMMO JVX GT disebut-sebut identik dengan Kollter ES1-X PRO yang di laman Alibaba dibanderol Rp 10 jutaan per unit, atau diskon menjadi Rp 8 jutaan jika membeli dua unit. Sementara itu, skuter listrik EMMO JVH Max tampak serupa dengan motor listrik white label buatan Tizhou Okla Automotive dari Zhejiang, China.

Kemiripan EMMO JVH Max dan motor Okla terlihat di hampir seluruh bagian bodi, mulai dari headlamp, windshield, spatbor, hingga detail lampu sein. Motor Okla tersebut dijual mulai dari US$ 2.185 atau sekitar Rp 37 jutaan, lebih murah ketimbang EMMO JVH Max yang dipasarkan seharga Rp 48 jutaan di Indonesia.

Praktik Umum di Industri Kendaraan Listrik

Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana sempat membantah isu tersebut saat diwawancarai detikX pada April lalu. Ia menyebut motor itu dijual di beberapa negara dengan nama lain, termasuk di Eropa dan Kanada dengan merek Tinbot. "Motor ini di Eropa ada merek lain, sejenis tapi dengan merek yang berbeda. Di Eropa dan Kanada, karena itu satu jenis," ujar Dadan.

Pegiat kendaraan listrik dari Komunitas Sepeda/Motor Listrik Indonesia (Kosmik) Hendro Sutono menegaskan bahwa praktik rebranding produk white label sudah biasa terjadi. "Praktik umum," kata Hendro kepada detikOto. Ia menambahkan bahwa justru lebih mudah menyebutkan motor listrik yang murni hasil rancang bangun lokal Indonesia, seperti GESITS, MAKA, dan QUEST. Meski begitu, ia mengakui beberapa pabrikan sudah mulai memproduksi komponen secara lokal, seperti rangka, bodi, dan velg.

Kerugian Negara Akibat Markup Anggaran

Kejagung menilai pengadaan motor listrik dan sepatu tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan dan tidak mendukung operasional pelaksanaan MBG. Markup harga yang terjadi dalam pengadaan barang dan jasa di BGN disebut telah menyebabkan kerugian negara. Hingga saat ini, penyidikan masih terus berjalan untuk mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam kasus tersebut.

Bagikan
Sumber: oto.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks