Pencarian

IHSG Terkoreksi 1,07%, Sektor Kesehatan Justru Melonjak 5,57%

Senin, 11 Mei 2026 • 11:02:52 WIB
IHSG Terkoreksi 1,07%, Sektor Kesehatan Justru Melonjak 5,57%
IHSG terkoreksi 1,07% pada pembukaan perdagangan Senin (11/5).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada awal perdagangan Senin (11/5). Di tengah mayoritas sektor saham memerah, sektor kesehatan justru mencatat penguatan signifikan hingga 5,57%.

JAKARTA — Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan koreksi pada perdagangan awal pekan ini. Mengutip data RTI, IHSG dibuka turun tipis menjadi 6.959,94 dari penutupan sebelumnya 6.959,39. Pada pukul 09.43 WIB, indeks anjlok 1,07 persen ke level 6.894.

Indeks saham LQ49 ikut tergelincir 1,4 persen menjadi 666. Mayoritas indeks saham acuan tertekan pada sesi awal perdagangan.

455 Saham Melemah, Hanya 184 Menguat

Sebanyak 455 saham melemah, membebani pergerakan IHSG. Sementara itu, 184 saham menguat dan 96 saham stagnan. IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.968,92 dan level terendah 6.846,63.

Total frekuensi perdagangan mencapai 838.475 kali dengan volume 12 miliar saham. Nilai transaksi harian tercatat Rp 5,7 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah berada di kisaran 17.407.

Sektor Kesehatan Melonjak 5,57 Persen

Dari 11 sektor saham, hanya dua yang mencatatkan penguatan. Sektor kesehatan memimpin dengan kenaikan signifikan mencapai 5,57 persen. Sektor infrastruktur juga menguat 1,38 persen.

Sembilan sektor lainnya tertekan. Sektor energi menjadi yang paling dalam koreksinya, turun 2,36 persen. Sektor industri terpangkas 1,53 persen, sektor keuangan melemah 1,37 persen, dan sektor transportasi turun 1,08 persen.

Sektor basic turun 1,07 persen, sektor consumer nonsiklikal tergelincir 0,83 persen, dan consumer siklikal susut 0,92 persen. Sektor properti turun 0,99 persen, sedangkan sektor teknologi terpangkas 0,42 persen.

Top Gainers: MEDS Naik 32,48 Persen

Saham-saham top gainers antara lain MEDS naik 32,48 persen, IKPM naik 29,66 persen, dan LABS naik 24,22 persen. Saham KAEF dan PEHA sama-sama menguat 23,12 persen.

Di sisi lain, saham ESIP menjadi top losers dengan merosot 14,97 persen, disusul ASPR turun 14,91 persen, dan SHIP turun 14,90 persen. Saham NIKL merosot 13 persen dan MGNA turun 11,76 persen.

BMRI Paling Aktif, Nilai Transaksi Rp 756,8 Miliar

Saham BMRI menjadi yang paling aktif berdasarkan nilai transaksi. Harganya terpangkas 7,34 persen menjadi Rp 4.290 per saham. Nilai transaksinya mencapai Rp 756,8 miliar dengan frekuensi 28.617 kali.

Saham BUMI mencatat nilai transaksi Rp 336,4 miliar, disusul BRPT dan BBRI masing-masing Rp 251 miliar, serta TINS senilai Rp 230,9 miliar.

Berdasarkan frekuensi, saham PADI tercatat paling aktif dengan 48.370 kali transaksi, disusul MEDS 45.545 kali, BMRI 32.840 kali, BUMI 31.516 kali, dan BNBR 24.382 kali.

Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks