GORONTALO — Keputusan boikot diumumkan resmi melalui akun Instagram @infokomjakmania pada Kamis (27/8/2026). Sikap ini diambil setelah pertemuan antara Pengurus Pusat The Jakmania dan manajemen Persija gagal mencapai titik temu soal penyesuaian tarif tiket.
Pada laga uji coba kontra Arema FC musim lalu, tiket tier 2 dijual Rp100.000 dan tier 1 Rp130.000. Untuk peluncuran tim musim ini, Persija membanderol kategori 1 mulai Rp250.000 hingga Rp350.000, kategori 1 Family Rp900.000 sampai Rp1,2 juta, dan VIP Rp500.000 hingga Rp1,6 juta.
Selisihnya jomplang. Tribun bawah naik Rp150.000, tribun atas naik Rp130.000 dari harga musim sebelumnya. Belum lagi pajak dan biaya administrasi yang harus ditanggung pendukung.
Dalam pernyataan sikapnya, The Jakmania menyampaikan lima poin utama. Pertama, mereka kecewa karena Persija tetap menaikkan harga tiket di seluruh tribun, termasuk Tribun The Jakmania. Kedua, pengurus pusat dan wilayah telah menolak kenaikan tersebut dan meminta tarif kembali ke musim sebelumnya.
Ketiga, boikot resmi ditujukan untuk laga uji coba melawan Brisbane Roar. Keempat, ultimatum diberikan agar Persija menyesuaikan harga tiket Liga Super 2026/2027 dengan tarif musim lalu. Kelima, The Jakmania meminta manajemen mencari pemasukan lain tanpa membebani suporter.
Direktur Olahraga Persija, Bambang Pamungkas, buka suara terkait polemik ini. Bepe menegaskan harga yang diumumkan di platform resmi merupakan tiket penjualan daring dan bukan satu-satunya skema bagi suporter.
"Jadi kalau ada yang beranggapan bahwa tiket yang paling murah adalah harga yang kami sampaikan di pengumuman resmi, tidak demikian," kata Bepe dalam jumpa pers di Jakarta.
Menurutnya, The Jakmania mendapat alokasi tiket khusus yang disalurkan melalui pengurus pusat dan koordinator wilayah masing-masing. Namun, pernyataan ini belum meredam kekecewaan suporter yang menilai aspirasi mereka belum didengar.
Laga uji coba melawan Brisbane Roar sejatinya menjadi puncak agenda peluncuran tim, jersey, dan sponsor Persija untuk musim 2026/2027. Boikot ini membuat acara yang seharusnya meriah berpotensi kehilangan atmosfer suporter di JIS.
Hingga berita ini diturunkan, manajemen Persija belum mengumumkan perubahan harga tiket. Keputusan The Jakmania untuk memboikot laga kontra Brisbane Roar akan menjadi ujian bagi hubungan suporter dan klub menjelang dimulainya Liga Super 2026/2027.