BONEBOL — Kabupaten Bone Bolango tidak lagi bisa hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk menopang pertumbuhan ekonomi. Pemerintah daerah kini menggenjot keterlibatan sektor swasta melalui investasi sebagai motor baru pembukaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat.
Kebijakan ini ditegaskan Sekretaris Daerah Bone Bolango, Iwan Mustapa, Selasa (25/8/2026). Menurutnya, kapasitas fiskal pemerintah memiliki batas untuk membiayai seluruh kebutuhan pembangunan, sehingga kolaborasi dengan dunia usaha menjadi keniscayaan.
Iwan menyebut Bone Bolango memiliki modal besar untuk menjadi daerah tujuan investasi. Kekayaan alam yang tersebar di sektor pariwisata, pertanian, perikanan, hingga pertambangan dinilai mampu menarik minat investor.
“Kita sangat welcome tumbuhnya investasi di Bone Bolango dengan kekayaan alam yang ada,” ujarnya.
Selain sumber daya alam, kedekatan wilayah dengan pusat Provinsi Gorontalo menjadi keunggulan tersendiri. Posisi ini membuka peluang pengembangan sektor jasa dan aktivitas ekonomi penunjang, termasuk investasi pergudangan dan industri yang dapat memperluas basis ekonomi daerah.
“Di samping itu kita juga memanfaatkan kedekatan kita dengan pusat Provinsi Gorontalo, sehingga sektor jasa juga sangat mempengaruhi pertumbuhan kita. Investasi yang menawarkan pergudangan dan industri juga kita buka,” jelas Iwan.
Meski pintu investasi dibuka selebar-lebarnya, pemerintah daerah menegaskan kemudahan yang diberikan tetap berada dalam koridor peraturan perundang-undangan. Kepatuhan terhadap perizinan dan ketentuan penanaman modal menjadi bagian tak terpisahkan dari proses investasi.
“Pada prinsipnya pemerintah daerah sangat welcome terhadap investasi, karena kita memandang pertumbuhan daerah ini tidak bisa semata-mata mengandalkan APBD atau keuangan pemerintah daerah,” kata Iwan.
Ia memastikan, sepanjang proses perizinan dapat dipermudah sesuai ketentuan yang berlaku, pemerintah daerah akan memberikan kemudahan bagi investor. “Sepanjang bisa kita permudah, kita akan lakukan sesuai ketentuan peraturan yang berlaku,” tegasnya.
Iwan menekankan bahwa kemudahan investasi bukan sekadar soal menarik modal masuk ke daerah. Lebih jauh, pemerintah ingin memastikan investasi yang hadir memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam membuka lapangan kerja baru yang tidak bergantung pada belanja pemerintah.
“Dengan adanya investasi ini bisa membuka lapangan kerja dan geliat ekonomi baru serta peningkatan pendapatan masyarakat,” pungkasnya.