Wagub Gorontalo Idah Syahidah Dorong KPID Perkuat Penyiaran Sehat di Tengah Era Digital, Siap Dukung PENAS 2026

Penulis: Feri Andika  •  Senin, 25 Mei 2026 | 14:31:16 WIB
Wagub Gorontalo Idah Syahidah menekankan pentingnya pengawasan konten siaran di era digital.

KOTA GORONTALO — Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap konten siaran di tengah maraknya konten buatan pengguna. Menurutnya, setiap individu kini bisa menjadi penyiar, namun koridor aturan dan etika tidak boleh ditinggalkan.

“Sekarang semua orang bisa menjadi penyiar dan membuat siaran langsung. Tetapi tetap ada koridor yang harus dipatuhi agar informasi yang disampaikan tetap sehat dan bertanggung jawab,” ujar Idah di hadapan peserta FGD yang digelar Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Gorontalo.

Peran KPID dalam Menangkal Hoaks

Idah menyebut peran KPID semakin krusial di era digital. Lembaga penyiaran dan media diminta aktif menangkal penyebaran hoaks yang bisa memicu keresahan dan perpecahan di masyarakat.

“Masyarakat membutuhkan informasi yang benar dan terpercaya agar tidak mudah terpengaruh berita palsu yang dapat menimbulkan keresahan maupun perpecahan. Karena itu, media dan lembaga penyiaran harus tetap menjaga profesionalisme dalam menyampaikan informasi,” tambahnya.

Konten Lokal Jadi Prioritas

Dalam forum yang sama, Wagub Idah mendorong lembaga penyiaran di Gorontalo untuk memaksimalkan penayangan konten lokal. Menurutnya, konten budaya dan potensi daerah memiliki nilai strategis untuk memperkenalkan Gorontalo ke khalayak luas.

Idah juga mengajak media massa dan lembaga penyiaran untuk turut mempromosikan Pekan Nasional Tani dan Nelayan (PENAS) ke-XVII. Ajang tersebut akan berlangsung di Gorontalo pada 20–26 Juni 2026 mendatang.

Promosi PENAS 2026 Lewat Siaran

Wagub berharap media dapat menyiarkan berbagai kesiapan Gorontalo sebagai tuan rumah. Mulai dari lokasi kegiatan, potensi UMKM, homestay, transportasi, hingga destinasi wisata dan budaya daerah.

“Promosi melalui media sangat penting untuk memperkenalkan Gorontalo kepada masyarakat luar daerah sekaligus menyukseskan pelaksanaan PENAS nanti,” tutupnya.

FGD tersebut turut dihadiri anggota Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo Ramdan Liputo, Kepala RRI Gorontalo Abdul Haris Talamati, Ketua KPID Provinsi Jitro Paputungan beserta jajaran, perwakilan kepala dinas Kominfotik kabupaten/kota se-Provinsi Gorontalo, pimpinan lembaga penyiaran, akademisi, serta insan media.

Apa Saja yang Dibahas dalam FGD Penyiaran Sehat?

Diskusi terfokus pada strategi pengawasan konten siaran, penguatan literasi digital bagi penyiar lokal, serta sinergi antara pemerintah daerah, KPID, dan lembaga penyiaran dalam menjaga kualitas informasi publik.

Kapan PENAS 2026 Digelar di Gorontalo?

Pekan Nasional Tani dan Nelayan ke-XVII akan berlangsung pada 20–26 Juni 2026. Wagub Idah meminta media dan lembaga penyiaran membantu menyosialisasikan persiapan daerah sebagai tuan rumah.

Mengapa Konten Lokal Penting Bagi Gorontalo?

Konten lokal dinilai strategis untuk memperkenalkan budaya dan potensi ekonomi daerah. Wagub Idah mendorong lembaga penyiaran agar lebih banyak menayangkan program yang mengangkat kearifan lokal Gorontalo.

Reporter: Feri Andika
Sumber: berita.gorontaloprov.go.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top