GORONTALO — Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo Ridwan Hemeto menyatakan peserta bimtek mencakup pengelola perpustakaan sekolah dan perpustakaan desa-kelurahan. "Peserta kegiatan terdiri atas pengelola perpustakaan SMA/SMK, SMP, SD, serta perpustakaan desa dan kelurahan," kata Ridwan, Jumat (16/10/2026).
Bimbingan teknis pengolahan buku menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi tenaga pengelola perpustakaan. Pengelolaan koleksi yang tertib, sistematis, dan sesuai standar disebut menjadi kunci kualitas layanan perpustakaan.
Lima Tahapan Pengolahan Buku yang Diajarkan
Dalam pengelolaan perpustakaan, pengolahan buku umumnya mencakup sejumlah tahapan berurutan. Mulai dari inventarisasi koleksi, klasifikasi, katalogisasi, pemberian identitas bahan pustaka, hingga penataan koleksi pada rak sesuai sistem yang digunakan.
Ridwan menegaskan penguasaan tahapan itu berdampak langsung pada kemudahan akses pemustaka. "Melalui penguasaan tahapan tersebut, pengelola perpustakaan diharapkan mampu menyediakan koleksi yang lebih tertata sehingga memudahkan siswa, guru, dan masyarakat dalam mencari serta memanfaatkan bahan bacaan yang dibutuhkan," ujarnya.
Pengolahan bahan pustaka yang baik disebut sebagai salah satu tahapan utama. Tanpa proses itu, koleksi sulit diidentifikasi, dikelompokkan, ditata, dan ditemukan kembali saat dibutuhkan.
Perpustakaan Desa dan Kelurahan Jadi Sasaran Prioritas
Selain meningkatkan kemampuan teknis, kegiatan ini diharapkan membangun pemahaman bersama soal pengelolaan perpustakaan yang berorientasi pada kebutuhan pemustaka. Perpustakaan yang dikelola baik tidak hanya menyediakan bahan bacaan, tetapi juga menjadi sarana pendukung pembelajaran dan peningkatan literasi masyarakat.
Bagi perpustakaan sekolah, koleksi yang tertib menjadi unsur penting dalam proses belajar mengajar. Ketersediaan buku yang mudah ditemukan membantu peserta didik memperluas wawasan dan mengembangkan kebiasaan belajar mandiri.
Sementara bagi perpustakaan desa dan kelurahan, pengelolaan bahan pustaka yang baik diharapkan memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat informasi, pembelajaran sepanjang hayat, dan pemberdayaan masyarakat. Bimtek di Boalemo ini menjadi salah satu langkah Dinas Arpus Gorontalo memperkuat profesionalisme pengelola perpustakaan di seluruh jenjang.