GORONTALO — Amazon resmi memesan serial drama Bella from Barneys yang mengangkat kisah kebangkitan department store ikonis Barneys New York. Proyek ini digarap Fake Empire milik Josh Schwartz dan Stephanie Savage, nama di balik Gossip Girl, bersama produser Susan Rovner dan Rachel Kaplan. Serial ini menyusul kesuksesan Sterling Point, drama tim yang sama yang baru diperpanjang untuk musim kedua.
Amazon MGM Studios memberikan lampu hijau berupa series order penuh untuk Bella from Barneys, proyek yang sebelumnya dikembangkan lewat kesepakatan first-look antara studio dan Fake Empire. Kabar ini menegaskan komitmen Amazon memperluas slate drama originalnya setelah Sterling Point mencetak hasil kuat di platform mereka.
Premis: Dunia Mode dan Rahasia Keluarga Barneys
Bella from Barneys berpusat pada Bella Baldwin, sosok dari luar lingkaran elite New York yang punya mata tajam soal gaya. Ia diterima bekerja di gudang stok Barneys New York yang baru dihidupkan kembali.
Bella kemudian berbicara cerdik hingga dipercaya menjadi personal shopper untuk klien sosialita paling terkenal di toko itu. Dari situ ia terseret ke dunia mode yang keras, penuh rahasia keluarga, dan mendekat ke pewaris yang berjuang menyelamatkan bisnis keluarganya.
Kesuksesan Sterling Point Jadi Pijakan
Proyek ini pertama kali dilaporkan sedang dalam pengembangan tahun lalu sebagai bagian dari kerja sama baru antara Amazon MGM Studios dan Schwartz serta Savage. Sejak itu, Sterling Point yang mereka garap bersama kreator Megan Park berubah menjadi hit di layanan streaming tersebut dan baru saja diperpanjang untuk musim kedua.
Schwartz dan Savage akan menjabat sebagai executive producer bersama Susan Rovner dari Aha Studios dan Rachel Kaplan dari Absecon Entertainment. Corey Salter, Colin Smeeton, dan Matthew Gross ikut memproduseri untuk Authentic Studios, unit produksi Authentic Brands Group yang memiliki merek Barneys.
Kutipan Schwartz dan Savage soal Barneys
"Kami senang bisa melanjutkan kemitraan dengan Amazon dan antusias dengan apa yang akan datang," kata Schwartz dan Savage. "Respons terhadap Sterling Point sangat memuaskan, dan kami senang bisa kembali untuk musim kedua bersama kreator Megan Park dan mitra produksi LuckyChap."
Keduanya menyebut Barneys bukan sekadar toko, melainkan institusi New York dan cultural touchstone. "Barneys lebih dari sebuah toko; ia adalah institusi New York, penanda budaya, dan dunia tersendiri. Kami sangat bersemangat membuka pintu itu bersama mitra kami di Authentic Brands Group, serta sesama produser Susan Rovner dan Rachel Kaplan, yang telah kami ajak bekerja sejak awal karier kami."
Respons Amazon dan Authentic Brands Group
Peter Friedlander, Head of Global Television Amazon MGM Studios, menilai Schwartz dan Savage punya kemampuan langka membangun dunia yang terasa hidup sekaligus hangat. "Barneys New York lebih dari sebuah department store — ia institusi mode, dan saat tutup, orang benar-benar berkabung. Serial ini menghidupkannya kembali dengan segala kemegahannya yang chic," ujarnya.
Corey Salter, CEO Entertainment Authentic, menyebut Bella from Barneys menunjukkan apa yang bisa terjadi ketika kekayaan intelektual ikonis bertemu penceritaan kelas dunia. Menurutnya, Schwartz dan Savage adalah penjaga yang tepat untuk merek Barneys.
Sejarah Singkat Barneys New York
Barneys didirikan pada 1923 dan lama menjadi institusi ritel high-end di New York. Setelah diakuisisi Authentic Brands Group, gerai fisiknya ditutup, tetapi mereknya tetap hidup lewat kemitraan dengan Saks Fifth Avenue serta lini kecantikannya sendiri.
Pada 2024, Barneys sempat menghadirkan pop-up store di kawasan Soho. Kebangkitan merek inilah yang menjadi fondasi dunia fiksi dalam serial terbaru Amazon tersebut.
Dengan kombinasi nama besar di balik layar dan merek ritel legendaris, Bella from Barneys masuk daftar proyek drama yang paling dinanti di kalender produksi Amazon MGM Studios.