KOTA GORONTALO — Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2026 dibuka dengan penampilan tiga peserta eksebisi, yakni Kantor Perwakilan Bank Indonesia Gorontalo, Internasional Society for Krishna Consiousness (ISKCON), serta Runners Gorontalo. Sulaman karawo menghiasi kostum seluruh peserta yang mengusung tema alat musik tradisional Gorontalo.
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyebut karawo bukan sekadar warisan budaya. Menurutnya, karawo kini bergerak jadi aset pariwisata dan ekonomi kreatif.
"Karawo merupakan aset budaya sekaligus sosiologis Gorontalo. Sekarang karawo sudah menjadi aset pariwisata dan ekonomi kreatif yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Gusnar Ismail dalam sambutannya pada pembukaan GKK.
Mokarawo Kolosal 500 Pelajar hingga Festival Kuliner
Penyelenggara menambah sejumlah kegiatan pada edisi tahun ini. Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo Sultan Kalupe menyebut ada mokarawo kolosal yang diikuti 500 pelajar, pertunjukan musik etnik, festival kuliner, serta pameran produk UMKM.
"Perbaikan dari tahun ke tahun terus kami lakukan agar GKK ini semakin menarik. Tahun ini ada kegiatan mokarawo kolosal yang diikuti 500 pelajar, pertunjukan musik etnik, festival kuliner, serta pameran produk UMKM," jelas Sultan Kalupe.
Turis Italia dan Perancis Ikut Menyaksikan
Gelaran tahun ini juga menarik perhatian wisatawan mancanegara. Sultan menyebut ada turis dari Italia dan Perancis yang menyaksikan langsung GKK 2026.
"Alhamdulillah hari ini ada turis mancanegara dari Itali dan Perancis yang menyaksikan GKK. Mereka sebelumnya juga telah berkunjung ke destinasi wisata hiu paus," pungkas Sultan.
Perhelatan ke-13 Kerja Sama Pemprov dan Bank Indonesia
GKK 2026 merupakan perhelatan ke-13 yang digelar Pemerintah Provinsi Gorontalo bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia dan Dekranasda Gorontalo. Berbagai perubahan dan inovasi dilakukan pihak penyelenggara agar event tahunan ini semakin menarik minat wisatawan.
Pelaksanaan GKK bertujuan melestarikan dan memperkuat karawo sebagai warisan budaya dan identitas Gorontalo. Selain itu, kegiatan ini menjadi upaya meningkatkan daya tarik dan kunjungan wisatawan melalui event budaya yang kreatif dan berkelanjutan.