GORONTALO — Pemusatan latihan ini berjalan atas rekomendasi dan dukungan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Tokyo dipilih sebagai lokasi persiapan akhir sebelum tim masuk ke arena Asian Games di Aichi-Nagoya.
Keberangkatan lebih awal disebut bukan sekadar pengaturan logistik. Para pemain perlu mengenal perbedaan waktu, lingkungan, dan ritme aktivitas di Jepang sebelum menjalani program penuh bersama pelatnas.
Eng Hian: Fokus pada Aspek Teknis, Taktis, dan Recovery
Kepala Bidang Pembinaan Prestasi (Kabid Binpres) Pelatnas Eng Hian menyebut pemusatan latihan ini sebagai tahapan penting dalam persiapan akhir menuju Asian Games.
"Pemusatan latihan di Tokyo merupakan salah satu tahapan penting dalam persiapan akhir menuju Asian Games. Fokusnya adalah mematangkan aspek teknis dan taktis, menjaga kondisi fisik, mengatur ritme latihan dan recovery, serta membangun kesiapan mental dan kekompakan tim," ujar Eng Hian di Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Menurutnya, waktu sepekan di Tokyo harus dimanfaatkan pemain untuk menyempurnakan persiapan. Targetnya jelas: seluruh atlet berada dalam kondisi optimal saat pertandingan di Aichi-Nagoya dimulai.
Sparring Partner dan Asisten Pelatih Ikut Dibawa
PBSI tidak hanya memberangkatkan pemain inti. Sejumlah sparring partner serta seluruh jajaran asisten pelatih utama turut dibawa ke Jepang.
"Selain pemain yang masuk dalam tim inti, kami juga akan membawa sejumlah sparring partner dan seluruh jajaran asisten pelatih utama. Kehadiran mereka akan mendukung kebutuhan latihan masing-masing sektor, sehingga program yang telah disusun dapat berjalan secara efektif dan sesuai dengan kebutuhan pemain," kata Eng Hian.
Langkah ini memberi setiap sektor — tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran — akses ke pola latihan yang sesuai kebutuhan masing-masing.
Bekal Menuju Arena Asian Games
Eng Hian berharap pemusatan latihan di Tokyo menjadi modal penting sebelum tim turun di Asian Games 2026.
"Kami ingin pemusatan latihan ini menjadi bekal penting sebelum tim masuk ke arena Asian Games," ujarnya.
"Harapannya, para pemain bisa menjalani seluruh proses dengan fokus, dalam suasana yang positif, dan dengan rasa percaya diri yang semakin kuat. Ketika waktunya bertanding nanti, mereka bisa tampil lepas, saling mendukung sebagai satu tim, berjuang untuk setiap poin, dan memberikan kemampuan terbaik untuk Merah Putih," kata Eng Hian.
Setelah program 13-17 September rampung, tim bulu tangkis Indonesia akan bergeser ke Aichi-Nagoya untuk memasuki fase pertandingan Asian Games 2026.