GORONTALO — Tren perawatan estetika modern yang kian diminati masyarakat berbanding lurus dengan meningkatnya risiko penyalahgunaan prosedur medis. Hal ini menjadi perhatian serius dalam workshop yang digelar DWP Kabupaten Gorontalo, Selasa (8/9/2026).
dr. Jeinfer Rivian Lestyorini, Plh Direktur RSUD MM Dunda Limboto sekaligus Ketua IDI Kabupaten Gorontalo, memaparkan berbagai prosedur yang sedang populer—dari filler, skinbooster, suntik putih, hingga threadlift—beserta risiko yang mengintai jika dilakukan tidak sesuai standar.
Bahaya Suntik Putih: Bukan Sekadar Tren, tapi Risiko Medis
dr. Jeinfer memberi peringatan keras terkait prosedur suntik putih yang kerap ditawarkan dengan harga murah. Ia menegaskan tindakan ini sangat berbahaya jika dilakukan oleh oknum tanpa sertifikasi atau menggunakan produk yang tidak terdaftar BPOM.
“Suntik putih sangat berbahaya jika dikerjakan bukan oleh dokter atau tenaga kesehatan yang bersertifikasi, produk tidak terdaftar BPOM, dan tanpa prosedur kesehatan yang benar,” tegasnya.
Masyarakat diminta tidak mudah tergiur layanan instan. Untuk prosedur filler dan skinbooster, dr. Jeinfer menekankan pentingnya memastikan bahan yang digunakan aman dan dapat diserap tubuh, seperti hyaluronic acid, serta dilakukan tenaga medis profesional.
Kenali 5 Jenis Kulit Sebelum Memilih Perawatan
Peserta workshop juga mendapat materi mengenai lima jenis kulit: kering, berminyak, kombinasi, sensitif, dan normal. Pemahaman karakter kulit dinilai krusial agar masyarakat tidak asal memilih produk perawatan.
Di luar prosedur medis, perhatian juga diarahkan pada bahaya skincare ilegal. Sejumlah bahan yang wajib diwaspadai antara lain merkuri, asam retinoat, hidrokuinon, dan resorsinol—zat yang kerap ditemukan pada produk abal-abal.
Prinsip CEK KLIK: Jurus Hindari Skincare Ilegal
dr. Jeinfer mengajak masyarakat menerapkan prinsip CEK KLIK sebelum membeli kosmetik. Langkah ini mencakup pemeriksaan Kemasan, Label, Izin Edar BPOM, dan tanggal Kedaluwarsa.
“Jangan termakan iklan dan jangan cari yang murahan instan,” pesannya.
Edukasi ini dinilai penting agar publik tidak sekadar mengejar hasil cepat, tetapi juga mempertimbangkan keamanan kulit dalam jangka panjang. dr. Jeinfer pun mengingatkan mereka yang terlanjur memakai produk bermasalah untuk segera berhenti.
“Kalau sudah terlanjur pakai skincare bermasalah, STOP dan segera konsultasi ke dokter kulit atau kecantikan,” pungkasnya.