PTBA Raih Penghargaan Kepatuhan PNBP Minerba dari Kementerian ESDM

Penulis: Haris Maulana  •  Jumat, 06 November 2026 | 12:49:32 WIB
Perwakilan PTBA menerima penghargaan Kepatuhan Pembayaran PNBP Minerba dari Kementerian ESDM dalam Minerba Convex 2026.

GORONTALO — PT Bukit Asam (Persero) Tbk meraih penghargaan kategori Kepatuhan Pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Pemanfaatan Sumber Daya Alam dari Kementerian ESDM dalam ajang Mineral & Batubara Convention-Expo (Minerba Convex) 2026. Penghargaan ini menegaskan posisi PTBA sebagai salah satu perusahaan tambang batu bara terbesar nasional yang konsisten menunaikan kewajiban fiskalnya ke negara.

Corporate Secretary Division Head PTBA Eko Prayitno menyatakan penghargaan tersebut menjadi bukti komitmen perseroan dalam mendukung pembangunan nasional. Menurut dia, kepatuhan bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bagian dari cara PTBA memastikan manfaat batu bara mengalir ke masyarakat luas.

"Sebagai salah satu perusahaan dengan cadangan batu bara terbesar di tanah air, PTBA terus berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan energi nasional serta menunaikan kewajiban perseroan untuk berpartisipasi dalam pembangunan negeri," ujar Eko dalam keterangan resmi, Jumat (6/11).

Bukan Kali Pertama, tapi Fondasi Pertumbuhan

Kepatuhan pembayaran PNBP menjadi salah satu indikator utama yang dinilai Kementerian ESDM dalam ajang Minerba Convex 2026. PTBA menempatkan pemenuhan kewajiban itu sebagai pondasi untuk terus bertumbuh tanpa mengorbankan tanggung jawab kepada negara.

Perusahaan pelat merah ini juga memperluas portofolio bisnis ke energi terbarukan, hilirisasi produk berbasis batu bara, dan teknologi ramah lingkungan. Langkah diversifikasi itu disebut sebagai upaya menjaga keberlanjutan usaha di tengah transisi energi yang kian deras.

42 Apresiasi untuk Pelaku Industri Minerba

Minerba Convex 2026 mengusung tema "Membangun Bangsa, Memberdayakan Masyarakat" dan menjadi ruang pertemuan pemerintah, pelaku industri, akademisi, investor, asosiasi, hingga masyarakat. Ajang ini dirancang mendorong praktik pertambangan yang bertanggung jawab.

Total ada 42 apresiasi yang diberikan dalam tiga aspek penilaian. Rinciannya, 13 apresiasi Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Komunitas Batubara, 15 apresiasi PPM Komunitas Mineral, 8 apresiasi pelaksanaan Good Mining Practice, dan 6 apresiasi kepatuhan pembayaran PNBP sumber daya mineral.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Tri Winarno menegaskan besarnya tanggung jawab sektor ini bagi pembangunan nasional. "Tanggung jawab ini tentunya berarti lebih luas, yaitu bagaimana pertambangan dilakukan dengan baik, bagaimana masyarakat mendapatkan manfaat dan bagaimana sumber daya alam ini dapat dikelola secara bertanggung jawab untuk kepentingan generasi yang akan datang," ujarnya.

Dampak ke Negara dan Daerah Tambang

Bagi publik, kepatuhan PNBP berdampak langsung pada penerimaan negara yang membiayai program pembangunan, termasuk di daerah-daerah penghasil tambang. Setoran yang tertib memastikan negara memperoleh bagian yang adil dari pemanfaatan sumber daya alam.

PTBA sendiri mengaitkan capaian ini dengan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Perusahaan berharap penghargaan tersebut memacu kinerja kepatuhan dan operasional ke depan, sekaligus memperkuat kontribusinya bagi negara dan masyarakat Indonesia.

Bagi investor, rekam jejak kepatuhan menjadi sinyal positif atas tata kelola perusahaan. Di tengah tekanan global terhadap industri batu bara, kemampuan menjaga standar kepatuhan sekaligus mendiversifikasi bisnis menjadi pembeda bagi emiten tambang pelat merah seperti PTBA.

Reporter: Haris Maulana
Sumber: tambang.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top