Pemprov Gorontalo Siapkan 5 Calon Lokasi Makodam, Desa Bulota-Biyonga Jadi Prioritas Utama

Penulis: Gilang Permana  •  Jumat, 06 November 2026 | 05:16:31 WIB
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail memimpin rapat koordinasi pemetaan lima calon lokasi Makodam di Kantor Gubernur Gorontalo, Kamis (5/11/2026).

GORONTALO — Rapat koordinasi di Ruang Dulohupa, Kantor Gubernur Gorontalo, Kamis (5/11/2026), memetakan lima alternatif lahan sebelum tim turun ke lapangan. Gubernur Gusnar Ismail didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Sofian Ibrahim memimpin langsung pembahasan tersebut.

Hadir Komandan Korem 133/Nani Wartabone Brigjen TNI Hardo Toga Parlindungan Sihotang. Wakil Asisten Logistik (Waaslog) Kasdam XIII/Merdeka Hanif Tupen mengikuti rapat secara daring.

Lima Lokasi yang Masuk Hitungan, dari Pentadio sampai Ulapato A

Lokasi pertama mencakup Desa Pentadio Timur dan Talumelito dengan total luas lahan 36,415 hektare. Lokasi kedua berada di Desa Pentadio Timur dengan luas 26,072 hektare.

Calon ketiga membentang di Desa Bulota dan Biyonga seluas 53,335 hektare. Lokasi keempat meliputi Desa Huidu, Huidu Utara, dan Ombulo dengan luas keseluruhan 61,509 hektare. Adapun lokasi kelima berada di Desa Ulapato A seluas 25,314 hektare.

Mengapa Bulota-Biyonga Didahulukan

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR-PKP) Provinsi Gorontalo membandingkan kelima alternatif berdasarkan status pertanahan dan penggunaan lahan eksisting. Hasil kajian menempatkan lokasi ketiga sebagai prioritas utama, sementara lokasi keempat disiapkan sebagai alternatif cadangan utama.

Gusnar menegaskan inventarisasi titik lokasi menjadi langkah pertama sebelum peninjauan lapangan. "Hari ini kita berupaya mendapatkan inventarisasi beberapa titik calon lokasi yang nantinya akan kita daftarkan terlebih dahulu. Setelah itu, kita segera turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi masing-masing lokasi," ujarnya.

Menurut Gubernur, peninjauan langsung diperlukan agar gambaran yang diperoleh lebih jelas dan sesuai kondisi tata ruang di lapangan.

Kontur Lahan hingga Akses Air Jadi Pertimbangan Teknis

Selain kesesuaian tata ruang dan status kepemilikan lahan, sejumlah aspek teknis ikut dinilai. Di antaranya kondisi kontur dan karakteristik lahan, ketersediaan sumber air, serta aksesibilitas dan jarak lokasi terhadap kawasan perkotaan.

Penentuan lokasi belum bersifat final. Proses peninjauan lapangan nantinya melibatkan Pangdam XIII/Merdeka bersama satuan Zeni Kodam (Zidam) yang bertanggung jawab dalam bidang konstruksi, pembangunan, serta pemeliharaan aset dan tanah milik TNI Angkatan Darat.

Pemprov Gorontalo belum mengumumkan jadwal pasti peninjauan lapangan maupun target waktu pembangunan Makodam.

Reporter: Gilang Permana
Sumber: berita.gorontaloprov.go.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top