JAKARTA — Percepatan penyaluran bantuan beras menyasar kelompok desil satu hingga desil empat, yakni keluarga yang dinilai paling membutuhkan dukungan pemerintah. Setiap penerima mendapat jatah 10 kilogram per bulan, sehingga total 30 kilogram diterima sekaligus sebelum Desember.
Keputusan diambil melalui koordinasi bersama Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman, dan Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani. Total kebutuhan program diperkirakan mendekati 1 juta ton beras yang disiapkan dari cadangan beras pemerintah.
Zulhas menyebut percepatan ini menjawab keluhan masyarakat soal harga pangan dan dampak El Nino. Pemerintah ingin memastikan keluarga penerima memiliki kepastian stok beras selama tiga bulan berturut-turut hingga Desember.
"Untuk menjawab keluhan masyarakat soal harga (pangan), El Nino, dan seterusnya, Pak Presiden putuskan, beliau setujui bantuan pangan untuk 33,2 juta (keluarga penerima manfaat) desil satu sampai desil empat kita percepat," kata Zulhas dalam Rakortas Pangan di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin.
Penyaluran yang dimajukan dari jadwal semula membuat warga menerima beras lebih awal. Pemerintah menargetkan seluruh bantuan tuntas sebelum Desember, bukan menunggu akhir periode alokasi.
Skema pembagian diubah dari bulanan menjadi sekali penyaluran. Zulhas meminta percepatan ini dikabarkan luas agar penerima tidak lagi menebak-nebak kapan beras datang.
"Sebelum Desember ini diselesaikan, masing-masing (keluarga penerima manfaat mendapatkan beras) 30 kilogram (untuk alokasi Oktober, November, dan Desember)," jelasnya.
Ia menambahkan, "Tolong dicatat betul ini diberitakan agar keluarga yang memerlukan itu punya ketenangan untuk 33,2 juta keluarga penerima manfaat. Masing-masing dapat di 10 kg untuk alokasi Oktober, November, Desember, jadi 30 kilogram sekaligus."
Percepatan bantuan beras menyentuh langsung rumah tangga miskin di kabupaten dan kota, termasuk di Gorontalo, yang selama ini bergantung pada pasokan Bulog untuk stabilisasi harga. Dengan 1 juta ton beras disiapkan, pemerintah berharap pasokan di pasar daerah tidak terguncang saat permintaan naik pada akhir tahun.
Program ini menjadi bagian kebijakan memastikan cadangan beras memberi manfaat langsung kepada masyarakat. Penyaluran diarahkan lebih cepat, terarah, dan menjangkau seluruh sasaran penerima.
Pemerintah berharap percepatan bantuan memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi peningkatan kebutuhan akhir tahun. Stabilitas pasokan pangan di berbagai daerah Indonesia menjadi taruhan berikutnya, terutama jika El Nino kembali menekan produksi.