GORONTALO — Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F Laisa menyatakan pengawasan operasional penerbangan terus dilakukan di tengah kabut asap yang melanda sejumlah wilayah Indonesia. Dari 2.775 penerbangan terdampak, sebanyak 1.170 mengalami keterlambatan, 1.544 dibatalkan atau ditunda, 25 dialihkan ke bandar udara lain, enam kembali ke bandara keberangkatan, dan 30 dimajukan jadwalnya.
“Penyesuaian jadwal pada penerbangan yang terdampak karhutla semata-mata dilakukan demi keselamatan. Selama jarak pandang belum memenuhi batas minimum operasional, penerbangan tidak akan dipaksakan,” kata Lukman, Jumat.
Wilayah terdampak asap meluas ke Nusa Tenggara Timur, di samping Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, dan Papua. Sejumlah bandara yang terkena dampak antara lain Iskandar (Pangkalan Bun), Supadio (Pontianak), Mutiara SIS Al-Jufrie (Palu), Sultan Babullah (Ternate), Pattimura (Ambon), Mozes Kilangin (Timika), Rendani (Manokwari), H Hasan Aroeboesman (Ende), Sultan Thaha (Jambi), dan Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang).
Asap menurunkan jarak pandang di sekitar bandara. Kondisi itu memengaruhi proses lepas landas, pendaratan, dan pergerakan pesawat, sehingga berujung pada keterlambatan, pengalihan, maupun pembatalan.
Pada penerbangan internasional, 14 penerbangan dibatalkan. Sebanyak 12 di antaranya rute Singapura-Pontianak pulang pergi yang dibatalkan pada 12-23 September 2026 akibat asap di Bandara Supadio. Dua penerbangan Singapura-Palembang pulang pergi dibatalkan pada 15 Oktober 2026 karena asap di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II.
Di luar karhutla, 26 penerbangan dalam negeri dibatalkan akibat abu vulkanik Gunung Lewotolok dan Gunung Dukono, cuaca buruk, angin kencang, serta perawatan dan gangguan teknis pesawat.
Sejumlah maskapai membatalkan 40 penerbangan yang dijadwalkan pada 22-25 Oktober 2026. Rute terdampak antara lain dari dan menuju Pangkalan Bun, Sampit, Ketapang, dan Singkawang. Penumpang pada rute tersebut diimbau segera menghubungi maskapai untuk informasi penjadwalan ulang (reschedule) maupun pengembalian biaya tiket (refund).
Kemenhub meminta penyelenggara bandara di wilayah terdampak menjaga kesiapsiagaan melalui penerapan Low Visibility Procedures (LVP) bersama AirNav Indonesia dan BMKG. Langkah lain berupa penerbitan Notice to Airmen (NOTAM) serta peningkatan kesiagaan di sisi udara. Pelayanan penumpang dioptimalkan lewat penyampaian informasi berkala dan penyediaan masker.
Operasi pemadaman dari udara hingga 20 Oktober 2026 mencapai 5.320 flight cycle. Sebanyak 39 pesawat dari 11 operator terlibat dalam operasi tersebut. Bandara di wilayah terdampak mendukung operasi dengan menyediakan area parkir pesawat dan helikopter, prioritas slot penerbangan, posko pemantauan karhutla, pendataan sumber air, dan ketersediaan bahan bakar.
Melalui Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I hingga X, Ditjen Perhubungan Udara berkoordinasi dengan penyelenggara bandara, AirNav Indonesia, maskapai, BMKG, dan instansi terkait. Koordinasi dilakukan untuk memastikan penanganan berjalan sesuai ketentuan keselamatan penerbangan.
“Kami terus mendorong seluruh pihak meningkatkan koordinasi dan kesiapsiagaan. Penumpang juga kami minta mengikuti arahan petugas di bandar udara apabila terjadi perubahan jadwal,” ujar Lukman.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Jadwal penerbangan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi cuaca dan jarak pandang.
“Karena itu, penumpang diminta memeriksa status penerbangan secara berkala melalui kanal resmi maskapai dan bandar udara,” kata Lukman.